Senin, 26 Agustus 2013

Visi Misi AFI-Mukmin Realistis dan Implementatif

http://lh4.ggpht.com/-XU-t0EMl6Bk/UfABXUmmtnI/AAAAAAAAABo/RRlUVG-KGe4/33844_581453255240500_1960416031_n.jpg
 
 
 
    PARA ANGGOTA DPRD Kaltim memberikan pujian dan apresiasi mereka terhadap visi Kaltim Maju 2018, yakni “ Mewujudkan Kaltim Sejahtera yang Merata dan Berkeadilan berbasis Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan“ yang disampaikan AFI-Mukmin.
 
Pencapaian visi tersebut melalui lima misi, yakni (1) Mewujudkan kualitas sumber daya manusia Kaltim yang mandiri dan berdaya saing tinggi; (2) Mewujudkan daya saing ekonomi yang berkerakyatan berbasis SDA dan energi terbarukan; (3) Mewujudkan infrastruktur dasar yang berkualitas bagi masyarakat secara merata; (4) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik; serta (5) Mewujudkan kualitas lingkungan yang baik dan sehat serta berperspektif perubahan iklim.
 
Ini menurut mereka realistis dan bisa diterapkan. Wakil Ketua DPRD Kaltim asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H Hadi Mulyadi menyebut visi misi AFI-Mukmin sebagai pandangan visioner tentang rencana pembangunan Kaltim lima tahun ke depan. “Perhatian pasangan AFI-Mukmin terhadap infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan tenaga kerja harus diapresiasi dan didukung,” kata Hadi Mulyadi.
 
Sedangkan anggota Komisi III DPRD Kaltim, H Jawad Sirajuddin, mengatakan visi misi AFI-Mukmin menunjukkan kesiapannya jauh lebih matang dibanding pasangan calon lainnya. Pemaparannya jelas, terukur dan program-program tersebut harus dilanjutkan serta dituntaskan. “Banyak keberhasilan yang diraih dalam lima tahun terakhir dan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Pemprov Kaltim dan DPRD Kaltim.
 
Pokoknya harus dilanjutkan dan dituntaskan,” kata Jawad Sirajuddin. Anggota Komisi III lainnya, Sarkowi V Zahry menyebut, visi misi AFI-Mukmin jelas menggambarkan keberhasilan kinerja lima tahun terakhir. Pekerjaan-pekerjaan rumah sekarang dan apa langkah-langkah lima tahun ke depan. “Visi misinya logis, sebagai sebuah langkah konkret dan terukur dari seorang pemimpin daerah untuk membawa masyarakat ke jalan yang jelas,” ujar Sarkowi.
 
Sementara Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, H Andi Harun menilai visi AFI-Mukmin sangat cemerlang, berdasarkan kondisi saat ini yang didukung fakta. AFI telah memulai program-program berdimensi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Kaltim. Tepat tagline pasangan ini, tuntaskan membangun Kaltim untuk semua. DPRD Kaltim dan masyarakat meyakini, apabila program-program dapat dituntaskan, maka dimensi ekonomi jangka panjang provinsi ini akan mantap. “Saya ada koreksi terhadap visi misi pasangan nomor tiga, mereka bilang jalan rusak mencapai 40 persen.
 
Padahal data terbaru yang diperoleh Komisi III DPRD Kaltim, kondisi jalan mantap di Kaltim mencapai 80 persen. Sisanya 20 persen yang belum baik itu umumnya di desa-desa, yang sebenarnya menjadi tanggung jawab kabupaten/kota. Jadi kalau apa yang disampaikan itu adalah sebuah kritik, maka sebenarnya yang mereka kritik adalah pemerintah kabupaten/kota, bukan pemerintah provinsi,” kata Andi Harun.
 
Juga soal program bantuan Rp 1 miliar-Rp 5 miliar per desa, menurut Andi Harun, sebagai sebuah kampanye itu bisa saja, namun pada teknis pelaksanaannya tak semudah yang dijanjikan. Pertama, bila yang disentuh adalah desa, maka kelurahan-kelurahan yang ada di kota bisa terjadi perlambatan pembangunan. Belum lagi pada teknis penganggaran di DPRD Kaltim, tak segampang mengucapkannya.
 
“Yang sudah terbukti dan teruji adalah apa yang dilakukan AFI selama ini, melalui bantuan keuangan yang diberikan, desa maupun kota mendapat gelontoran anggaran yang bukan hanya Rp 1 miliar-Rp 5 miliar, namun berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus miliar. Apa yang dilakukan AFI bukan lagi sekedar janji, tapi sudah terbukti dan teruji.
 
Dukungan koalisi Parpol yang menguasai 70 persen kursi di parlemen juga menjadi modal besar untuk mewujudkan program-programnya,” tutup Andi Harun. Sedangkan Ketua Komisi IV H Ahmad Abdullah mengatakan, visi misi AFI-Mukmin menunjukkan apa yang sudah dilaksanakan lima tahun terakhir dan apa yang bakal dilakukan kemudian. “Apa yang menjadi kekurangan tentu bakal dilanjutkan dan dituntaskan pada lima tahun mendatang,” kata Abdullah.
 
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Mudiyat Noor, menilai visi misi AFI-Mukmin memberi perhatian besar pada bidang kesehatan, pendidikan dan penyediaan lapangan kerja. “Visi misinya sangat bagus, tinggal nanti pelaksanaannya kalau beliau berdua terpilih,” kata Mudiyat Noor.
 
Sementara anggota Komisi I DPRD Kaltim, Pdt Yefta Berto mengatakan, visi misi AFI-Mukmin sesuai dengan program-program yang sudah berhasil dilaksanakan dan yang masih perlu dituntaskan lima tahun mendatang. “Termasuk memberi perhatian terhadap wilayah utara. Mudah-mudahan kalau AFI-Mukmin terpilih, ke depan ini perhatian terhadap wilayah utara semakin baik. Karena Kaltim masih harus membantu Kaltara selama tiga tahun mendatang,” kata Yefta Berto

>>Kaltim Post

Presiden SBY dihukum push up setelah kalah main bola

  Presiden SBY dihukum push up setelah kalah main bola

 
    Saat melakukan kunjungan dinas ke Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) harus push-up setelah kalah dalam pertandingan sepak bola dengan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden).

Tim SBY yang diperkuat oleh anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono ( Ibas ) ini bermain futsal selama kurang lebih 40 menit. Pertandingan dan olah raga sore hari itu dilakukan di sela-sela kunjungan SBY .

Pada babak pertama, Tim Paspampres terlihat canggung atau sungkan dalam bermain. Melihat Paspampres yang terlihat ragu-ragu melakukan permainan menyerang, Presiden SBY meminta tim lawan bertanding sungguh-sungguh.

Tim Presiden SBY yang jarang bermain futsal, harus menerima kekalahan telak saat melawan tim Paspampres yang atletis. Namun, tidak ada yang ingat dan menghitung perolehan skor yang dihasilkan dalam pertandingan ini.

"Sambil tertawa, Presiden menanyakan apakah ada sanksi bagi yang kalah. Komandan Group A Paspampres, Kolonel Agus menjawab tidak ada dan pura-pura lupa, padahal dalam tradisi Paspampres yang kalah harus sportif melakukan push-up," demikian tulis Fan Page Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) di Facebook, yang dipantau merdeka.com, Jakarta, Minggu (25/8).

Tiba-tiba tanpa diingatkan, SBY mendahului mengambil posisi push-up dan kemudian diikuti seluruh timnya. Tidak dijelaskan siapa saja yang tergabung dalam Tim SBY selain anaknya, Ibas .
Pada hitungan ke tiga puluh, Presiden bertanya, "Apakah sudah cukup?". Kolonel Agus menjawab sambil mesem-mesem sendiri, "Sudah, Bapak Presiden," jawab Agus.

Dalam akun facebook SBY tersebut, beragam komentar dilontarkan atas apa yang dilakukan Presiden SBY itu. "Biar kurus Pak BY," komentar Lukman Merbabu.

"Mendingan ikut bantu Mesir pak, daripada main-main kaya gitu. Buang-buang waktu. Bantu mereka pak, merekalah saudara kita, bukan Amerika dan sekutu"nya," kata Rudi SymbianEr berkomentar.

Dan masih banyak komentar-komentar baik yang mengapresiasi olah raga Presiden SBY atau pun yang menghujatnya. Setidaknya, ada tujuh ribu lebih orang menyukai foto posting saat Presiden SBY melakukan push up dalam facebook tersebut.

>>Merdeka

Darah rock di tubuh Jon Bon Jovi

Rocker cinta istri dan rendah hati


    Bon Jovi merupakan band rock juga fenomenal dan seumuran dengan Metallica. Mereka meraih masa jayanya pada 1980-an hingga awal 2000.

Bon Jovi tak bisa lepas dari sosok vokalisnya, Jon. Dia punya nama aslin John Francis Bongiovi, Jr. Saking lekatnya sosok Jon dengan Bon Jovi banyak penggemarnya mengira nama dia asli yakni Jon Bon Jovi.

Jon lahir di Negara Bagian New Jersey, Amerika Serikat, pada 2 Maret 1962. Sejak kecil dia sudah bercita-cita menjadi seorang rocker. Itu sebabnya masa remaja dia menghabiskan waktu di kelab malam sebelum akhirnya dia bergabung menjadi vokalis Bon Jovi pada 1983.

Awal perkenalan dirinya dengan Bon Jovi punya cerita unik, Jon menyukai musik namun tidak terlahir dari keluarga kaya yang bisa membelikan pelbagai fasilitas. Jadilah Jon bekerja di studio rekaman mewah bernama The Power Station milik sepupunya demi memuaskan hasrat bermusiknya, seperti dilansir majalah musik Rolling Stone.

"saya bekerja sebagai tukang sapu di tempat itu," ujarnya. Dari pekerjaan ini iseng-iseng bakal musiknya ternyata makin terasah. Dia bahkan menulis sendiri beberapa lagu dan paling tersohor berjudul Runaway. Lagu ini mempertemukan dia dengan anggota Bon Jovi lainnya yakni Alec John Such, Tico Torres, dan Richie Sambora.
Dia akhirnya meraih kesuksesan besar dan Bon Jovi diperhitungkan menjadi salah satu grup rock terbesar sejagat. Musik mereka disukai banyak kalangan mulai orang biasa hingga pejabat. Salah satu penggemar Bon Jovi yakni Presiden Amerika Barack Hussein Obama. Jon ternyata juga salah satu anggota Partai Demokrat dan kerap berkampanye panggung ke panggung saat pencalonan Obama dua periode.

 Rocker cinta istri dan rendah hati


     Tersohor, tampan, dan kaya raya. Itu terjadi pada John Francis Bonglovi Jr. Bersama band rock Bon Jovi, Jon meraup sukses besar. Namun di balik semua gaya hidup bintang mewah Jon tetaplah orang biasa. Dilansir dari situs biography.com (2006) Jon justru menyukai gaya hidup sederhana. Bahkan dia setia pada istrinya.

Jon sudah dari sekolah menengah atas suka pada teman sekelasnya Dorothea Hurley seorang atlit karate. Dia menikahi Hurley pada 1989 dan hingga kini pernikahan mereka sangat baik-baik saja.

Dari rahim Hurley, Jon memiliki empat anak. Rocker tampan itu mengaku banyak sekali perempuan cantik mendekatinya. "Hurley memang tidak menarik secara fisik dibandingkan dengan mereka menggoda saya. Tapi dia berkarakter kuat. Saya mencari istri dan ibu untuk anak-anak saya dan dia lah orangnya," ujar Jon soal istrinya seperti dilansir contactmusic.com.

Jon mengaku selalu merasa bersalah jika berlaku curang dengan melirik gadis lain di belakang sang istri. Sementara sang istri menunggu setia di rumah dan Jon sibuk tur keliling dunia, tidak sedikit pun Hurley menaruh rasa curiga.

JOn pernah mengatakan di depan penonton siaran televisi Oprah dia sangat jatuh cinta pada istrinya dan memujanya. Jika tanpa sang istri dia bagai kartu tanpa ada yang mampu memegangnya.

Seperti saat mereka harus menghadapi kenyataan pahit, putri mereka bernama Stephanie ditemukan over dosis di kampusnya. Jon dan Hurley menghadapi masalah ini bersama bahkan ketika menghadapi media Hurley secara tegas meminta media untuk tidak mengkaitkan ini dengan gaya hidup rocker ala Jon. "Dia bukan rocker seperti yang Anda pikirkan," ujar Hurley.

Mereka secara lapang dada mengatakan bersalah sebab sebagai orang tua masih banyak kekurangan dan berjanji lebih memperhatikan anak-anaknya.

Ini salah satu gambaran Jon sederhana. Di sisi lain, Jon juga seorang dermawan. Dia membuka restoran khusus bagi fakir miskin di Amerika jumlahnya lebih dari sejuta jiwa. Semua orang tidak mampu boleh makan di situ gratis.

Restoran itu bernama Soul Kitchen. Meski demikian tidak ada yang benar-benar miskin tidak mampu membayar. Berkat ketulusan Jon, para kaum papa ini tetap membayar meski semampu mereka. "Dia terlalu baik. Kami tidak ingin merugikannya," ujar salah seorang mengaku pernah makan di Soul Kitchen. Menu di sana terhitung enak persis di restoran mahal.


>>Merdeka

Minggu, 25 Agustus 2013

Eksotika Berau, Surganya Wisata Bahari Indonesia

Ada sebuah pulau yang menjadi surganya penyelam, Derawan.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2r3IL2ZKF3v_lhnR6PectBXsAFxxMdyBEX_JIBCyE2XTlfYa3aIjmyGfAaAb52kc5fZWhBdS0B8brFiqx-2JLJHUNpM1FpBZVtDV2u5pIzqdbg6gu_Xo_h6K_fH0Zs8BkStzy-HX7GGk/s400/Pantai+Kepulauan+Derawan.jpg

    Mungkin tak banyak yang tahu keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Berau. Mungkin sedikit pula yang mengetahui dimana letak kota ini dengan berbagai macam potensi wisatanya.

Kabupaten Berau adalah kabupaten yang terletak di provinsi Kalimantan Timur. Keindahan wisata alam dan bahari tak kalah hebat dari kota lain seperti Raja Ampat dan Lombok.

Salah satu pulau terkenal dan menjadi surga para penyelam adalah Pulau Derawan. Namun ternyata bukan hanya itu saja keindahan bahari yang dimiliki, ada Labuan Cermin.

"Spot wisata ini hanya ada dua di seluruh dunia. Pertama ada di Desa Biduk-buduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dan kedua  di Meksiko," ujar Bupati Berau, Drs H. Makmur, dalam acara konferensi Pers Festival Budaya Kesultanan Berau, di Hotel Amos Cozy, Jakarta Selatan, Sabtu 24 Agustus 2013.

Labuan cermin adalah danau yang memiliki dua jenis air, ada air tawar dan air asin yang sangat jernih. "Saat melihat permukaan air, seperti melihat akuarium besar," jelas Makmur.

Layaknya kolam buatan, dibagian atas danau adalah air tawar. Ya, inilah yang dikatakan akuarium besar. Anda dapat melihat dengan jelas bebatuan khas akuarium buatan, hutan-hutan kecil, serta ikan-ikan yang berenang bebas. Sementara, dibagian bawah danau, ada air asin.

Danau Kakaban


Tak hanya itu, ada pula Danau Kakaban dengan luas sekitar lima kilometer persegi. Danau Kakaban adalah air laut yang terperangkap di Pulau Kakaban dan bercampur dengan air dari dalam tanah, dan air hujan sejak dua juta tahun lalu.

Menariknya, danau ini hadir di tengah-tengah air laut. Dinding karang terjal setinggi 50 meter membuat air ini, di jaman prasejarah, mengakibatkan air laut terperangkap dan tak bisa keluar.

Di danau ini, hidup sejumlah biota laut yang menganggumkan, seperti segerombolan ikan karang, barakuda, dan ubur-ubur. Diakui salah satu artis tanah air yang pernah diving di tempat ini, Olivia Zalianty, danau tersebut sangat indah dan aman.

"Ketika berenang atau menyelam, ubur-ubur yang hidup sama sekali tak mengengat, sehingga tak menimbulkan rasa gatal ketika berada di dekatnya," katanya antusias.

Wajar kalau akhirnya tempat ini menjadi salah satu surga bagi para wisatawan, khususnya Eropa. Namun yang harus diketahui dan patut dibanggakan, tempat seperti Kakaban, hanya ada dua diseluruh dunia.

Danau Ubu-ubur Palau, Kepulauan Micronesia, di kawasan Tenggara Laut Pasifik dan di Kalimantan Timur, yaitu Danau Kakaban.



>>Vivanews

John Lennon Akan "Dihidupkan" Kembali

Musisi legendaris itu akan muncul dalam bentuk manusia kloning.

 John Lennon 

    

    Banyak orang yang bermimpi dapat menikmati lagi aksi panggung John Lennon bersama bandnya yang legendaris, The Beatles. Anda salah satu penggemarnya? Tenang, impian itu akan segera terwujud. Seseorang akan "menghidupkannya" kembali.

Caranya adalah dengan memunculkan kembali DNA dari sang superstar tersebut. Melansir laman Softpedia, Minggu 25 Agustus 2013, Dr Michael Zuk, seorang dokter gigi, mengaku sebagai pemilik dari salah satu gigi John Lennon.

Dia punya rencana besar, yaitu menggunakan gigi John Lennon untuk mengkloning manusia yang berprofesi sebagai musisi andal nantinya.

Awal kepemilikan Zuk terhadap gigi John Lennon berawal pada 2011. Dia berhasil membeli gigi sang superstar itu melalui lelang yang diselenggarakan di Inggris. Saat itu, sang dokter gigi membayar sekitar US$30.000, atau setara Rp324 juta.

Sekarang ini, Zuk sedang bekerja sama dengan sejumlah ilmuwan di Amerika Serikat, untuk mencari cara mengekstrak DNA John Lennon dari giginya.

"Setelah berhasil mendapatkan DNA John Lennon, maka itu akan berfungsi untuk menghadirkan kembali sosok John Lennon ke Bumi," kata Zuk.

Dia mengatakan, proyek mengekstrak DNA dari sebuah gigi adalah sebuah revolusi ilmiah baru dalam dunia ilmu pengetahuan.

"Saya sangat gugup sekaligus bersemangat dengan proyek ini. Namun, kehadiran John Lennon ke dunia melalui DNA-nya sangat mungkin. Saya harap ini bisa berhasil," ucap Zuk.

Dia yakin karena sebelumnya pernah mendengar kabar tentang seorang peneliti yang juga sedang menghidupkan seekor mammoth dari DNA yang tersisa di darahnya.

"Jika teknologi mengkloning mammoth berhasil, tentu saja kloning terhadap manusia ada kemungkinan berhasil. Tapi, semuanya masih dalam proses," ujarnya optimistis.

Saat ini, Zuk masih enggan mengungkapkan secara detail bagaimana proses kloning untuk membangunkan kembali legenda musik dunia yang meninggal di usianya yang ke-40 tahun itu. 

 >>Vivanews 



Calo CPNS Tipu Miliaran Rupiah Dibekuk


Calo CPNS Tipu Miliaran Rupiah Dibekuk

  
    Meski telah melarikan diri dan membeli rumah di Bogor, keberadaan RW (40) dan istrinya Sus (31) berhasil dilacak tim khusus Polres Musirawas. Pasangan suami istri yang diduga melakukan penipuan terhadap beberapa orang yang ingin tes calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) itu berhasil diamankan di kediamannya Perumahan Griya Teras Karadenan Cibinong Bogor, Sabtu (24/8/2013).

    Kapolres Musirawas AKBP Chaidir kepada Media, Minggu (25/8/2013) petang mengatakan, keberadaan kedua tersangka terendus setelah tim khusus yang dibentuk untuk memburu mereka melakukan pemantauan melalui jaringan satelit.
"Keberadaannya terpantau melalui satelit. Setelah dipastikan, anggota tim yang kita bentuk secara khusus bergerak menuju Bogor dan berhasil membekuk kedua tersangka yang merupakan pasangan suami istri di kediamannya," kata Kapolres.

Dikatakan, selain mengamankan kedua tersangka, petugas juga menyita aset-aset milik mereka yang diduga dibeli dari hasil penipuan yang dilakukan. Yaitu berupa satu unit rumah di Perumahan Griya Teras Bogor senilai Rp 450 juta, tiga unit kendaraan roda empat jenis Toyota Rush, Daihatsu Terios dan sedan Mazda. Turut disita 10 buku tabungan berbagai bank yang nilainya masih diinventarisir.
"Untuk rumah yang kita sita, itu harganya Rp 450 juta yang dibeli oleh tersangka dari uang hasil kejahatannya. rumah tersebut baru dibayarkan Rp 300 juta. Adapun tiga unit mobil, sedang diupayakan untuk dibawa ke Musirawas," katanya.

   Dijelaskan, pasangan suami istri tersebut sudah masuk dalam daftar target operasi, karena ada laporan dari korban yang merasa dirugikan oleh mereka. Berdasarkan hasil inventarisir yang dilakukan petugas kata AKBP Chaidir, jumlah kerugian korban yang melapor telah ditipu oleh kedua tersangka sedikitnya Rp 1,4 miliar. Modus penipuan korban diiming-imingi bisa lulus CPNSD dengan syarat menyetorkan uang yang jumlahnya bervariasi.

>>Tribunnews

Farid Wadjdy: Kaya Subsidi yang Miskin untuk Kemakmuran Bersama

http://indotim-news.com/admin/berita/foto/Farid%20Wadjdy.JPG


    
     Pajak disebut sebagai alat pemerataan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sehingga mewujudkan keadilan sosial, perlu lihat dulu konteks dari pemerataan pendapatan. Jika pendapatan setiap masyarakat harus disama-ratakan, tentu tidak setuju. Namun bila pemungutan pajak dilakukan dengan semangat keadilan atau sesuai dengan kemampuan masing-masing masyarakat, pasti setuju.
Demikian ditegaskan Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy.  “Mekanisme pemungutan pajak yang memerhatikan azas keadilan saat ini sudah baik. Yang jelas, karena dikumpulkan dari masyarakat, tentu manfaat pajak harus kembali bisa dirasakan masyarakat, tanpa memandang lapisan,” ujarnya.
Saat ini, menurutnya,  hasil pungutan pajak dari masyarakat menjadi salah satu sumber pendapatan negara. Pendapatan ini tentu dipergunakan kembali untuk belanja negara. Belanja negara pun semangatnya untuk memberikan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

    Hasil pajak memang dialokasikan ke kementerian dan daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dalam hal ini, daerah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). ”Nah, dalam konteks penggunaan pajak di Kaltim, dalam hal ini penggunaan APBD,  kami arahkan kepada kegiatan yang dapat mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat,” tandasnya.
Farid mencontohkan,  pembangunan infrastruktur di Kaltim seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara. Infrastruktur dan akses yang baik pasti memperlancar distribusi barang dan jasa, serta roda perekonomian yang hasilnya tentu dirasakan langsung masyarakat. Selain itu, melalui pajak pemerintah memberikan jaminan kesehatan dan pendidikan gratis bagi warga.

Dalam hal belanja daerah, jelas Farid, pemprov tidak melihat lagi mana yang berasal dari pajak, mana dana bagi hasil, dan mana pendapatan lain-lain. Tapi di dalam penggunaannya, harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ”Saya setuju, publikasi APBDmerupakan bagian dari transparansi menuju good governance. Memang secara gamblang buku APBD belum kami ekspose secara utuh. Namun dalam setiap kegiatan, kami selalu transparan dengan membuka ke publik berapa dana yang digunakan,” ungkapnya.  Contohnya untuk pembangunan infrastruktur di Kaltim,  dana yang dikeluarkan pemerintah pasti dipublikasikan. Baik untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, semua sudah diungkap ke publik.

    Mengenai  pemilik NPWP mendapat privilege di bidang Kesehatan dan di bidang-bidang pelayanan publik seperti subsidi BBM dan lainnya, Farid berpendapat,  pemegang NPWP sudah mendapatkan keistimewaan tersendiri dengan bisa mengakses kredit, jual beli tanah, atau pendirian lembaga.
Sedangkan keistimewaan untuk pendidikan, kesehatan, dan BBM, Farid menyatakan, semua masyarakat Indonesia berhak mendapatkan hak yang sama untuk  sektor tersebut tanpa memandang mereka punya NPWP atau tidak.

Alasannya, pemegang NPWP adalah masyarakat golongan menengah atas. Sementara kalangan masyarakat kecil seperti buruh tani, pemulung, mereka masih awam terhadap NPWP. ”Pemberian keistimewaan kepada pemegang NPWP mungkin perlu untuk merangsang masyarakat membayar pajak. Namun untuk pelayanan hak-hak dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, BBM, itu semua masyarakat harus diistimewakan,” tandas Farid.

    Mengenai pajak kekayaan pemegang saham, perlu diperhatikan. Jangan sampai pajak yang dibebankan bisa mengganggu iklim bisnis, yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian masyarakat secara tidak langsung maupun langsung. ”Namun  saya melihat, sudah sewajarnya yang kaya menyubsidi yang miskin. Artinya, yang kaya membayar pajak sesuai dengan kapasitas dia, agar bisa tercipta kemakmuran bersama, dan mungkin salah satu jalannya melalui pemungutan pajak kekayaan pemegang saham.

Soal pemegang saham yang berkelit dari pajak, saya rasa ada aparat berwenang yang bisa menindaknya,” tambahnya.

>>Tribunnews