Kamis, 29 Agustus 2013

6 Bus Rombongan The Jakmania Dirusak Suporter Persib Bandung

6 Bus Rombongan The Jakmania Dirusak Suporter Persib Bandung


    The Jakmania -sebutan suporter Persija Jakarta- kembali harus membayar mahal atas loyalitasnya terhadap klub yang didirikan pada 28 November 1928 tersebut.

Memberikan dukungan kepada klub kebanggaannya ketika lawan Persib Bandung dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012-2013, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (28/8), justru kerugian materi dan moril yang didapat.

"Ketika pulang menuju Jakarta, bus rombongan kami diserang secara mendadak oleh suporter Persib Bandung. Akibatnya, 6 bus rusak sangat parah dan banyak korban luka berat hingga ringan," kata Muhammad Larico Ranggamone, Ketua Umum The Jakmania.

"Serangan terjadi mulai dari Subang sampai Simpang Jomin, arah Gerbang Tol Cikampek, Cikopo. Kami melihat, hal tersebut benar-benar direncanakan secara matang. Mereka begitu niat menyerang kami," sambungnya.

Kedua tim, pun harus puas berbagi gol 1-1. Gol bagi Macan Kemayoran- julukan Persija Jakarta, dicetak M Ilham pada menit ke-12. Sementara Persib melalui Sergio van Dijk pada menit ke-72.

Dengan tambahan satu poin, tim besutan Benny Dollo tersebut harus berjuang ekstra untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara ISL. Macan Kemayoran kini berada di posisi kesepuluh dan menyisakan tiga laga lagi serta bersaing ketat dengan Gresik United, Persisam Putra Samarinda jika ingin finis di posisi delapan.

Persija juga wajib mewaspadai tim yang berada di bawahnya seperti Persita Tangerang dan Pelita Bandung Raya (PBR).

>>BolaNews

Senin, 26 Agustus 2013

Lolos Seleksi Capres Demokrat, Ini Kata Isran Noor

http://radiogwp.com/wp-content/uploads/2012/07/Bupati-Kutim.jpg


    Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur, Isran Noor meminta restu dan dukungan rakyat Kutai Timur, sebab ia dipastikan menjadi salah satu peserta mengikuti konvensi capres dan calon wakil presiden (cawapres) Partai Demokrat pada Pilpres 2014.
"Alhamdulillah saya sudah dihubungi DPP PD sebagai peserta konvensi capres dan cawapres dari Partai Demokrat. Saya mohon restu doa dan dukungannya karena mungkin tahun 2014 saya akan tinggalkan Kutai Timur," kata Isran Noor, Selasa (20/8).

Pernyataan tersebut dikatakan Bupati Kabupaten Kutai Timur itu saat memberikan sambutan pada acara lepas sambut Komandan Kodim 0909/SGT dari Letkol Inf Husni Mubarak ke Letkol Inf Andi Gunawan di gedung serba guna (GSG) Bukit Pelangi Sangatta, Selasa malam.
Di depan para pejabat Pemkab dan anggota DPRD serta ratusan tokoh masyarakat dan pemuka adat, Isran Noor mengatakan, kabar kepastikan dirinya lolos sebagai salah satu peserta capres dan cawapres Partai Demokrat tahun 2014 melalui petinggi DPP Partai Demokrat.

 

    Dua petinggi panitia konvensi dan dari DPP Partai Demokrat yang datang dan menghubungi saya lolos seleksi konvensi capres dan cawapres, Charis Rully dan Amir Syamsudin yang juga Menteri Hukum dan Hak Asazi Manusia (HAM)?ujar Isran yang mendapat aplaus ratusan hadirin.
Isran Noor yang juga Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), mengungkapkan, kedua petinggi tersebut datang dan menghubungi dirinya agar bersedia masuk sebagai salah satu peserta konvensi. Ini merupakan penghargaan saya dan saya akan mengikuti semua prosesi dan seluruh tahapan-tahapannya.

    Sebagai salah peserta konvensi capres dan cawapres, tentu dirinya akan semakin sibuk dan banyak berada di Jakarta. Namun tugas-tugas utamanya sebagai bupati Kutai Timur tidak akan terganggu dan akan berjalan seperti biasa. "Untuk beberapa bulan kedepan kesibukan saya akan meningkat dengan konvensi capres dan cawapres, tapi saya tidak meninggalkan tugas utama sebagai bupati," ujarnya.
Isran Noor juga menyatakan kesediannya dan kesiapannya untuk menjalani tahapan prakonvensi (pre-session) untuk berkenalan dan tanya jawab komite konvensi dengan semua calon peserta.

>>Republika

Farid Berani “Jewer” Awang Faroek

Serunya Obral Janji saat Penyampaian Visi-Misi Calon Gubernur Kaltim

 http://monitorcomindonesia.files.wordpress.com/2011/04/farid-wagub.jpg


    Untuk pertama kalinya, Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy yang selalu terlihat harmonis dengan sang gubernur Awang Faroek Ishak, berani melawan. Farid menyebut proyek multiyears yang selama ini digagas dan begitu dibanggakan Awang Faroek sebagai proyek yang minim manfaat. Ini jadi konsumsi publik ketika terbeber dalam Rapat Paripurna Istimewa Penyampaian Visi-Misi Sabtu (24/8) kemarin.
 
Dalam momen ini, ketiga pasangan calon sesuai nomor urut yakni Awang Faroek-Mukmin Faisyal, Farid Wadjdy-Aji Sofyan Alex dan Imdaad Hamid-Ipong Muchlissoni, memang diberi kesempatan untuk memaparkan apa saja visi-misi mereka dalam pembangunan Kaltim 5 tahun ke depan di depan para anggota DPRD Kaltim. Komentar pedas namun tenang dari Farid, langsung bikin seisi gedung dewan kaget.
 
“Kami tidak melanjutkan penderitaan masyarakat Kaltim. Kami tidak melanjutkan kesulitan air bersih, kurang listrik, pengangguran, dan megaproyek yang minim manfaatnya serta tidak cepat dirasakan masyarakat Kaltim,” cetusnya saat pemaparan, “menjewer” telak program-program Awang Faroek. Sindiran itu langsung dilanjutkan Farid dengan program yang menarik.
 
Pasangan nomor dua ini ingin Kaltim mandiri dan sejahtera. Misinya terkonsentrasi di bidang bisnis. Mencontoh negara-negara maju seperti Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura. Menurut mereka, untuk menjadi negara maju setidaknya Kaltim perlu menyumbang 86.000 entrepreneur baru. “Jumlah tersebut dua persen dari jumlah penduduk Kaltim.
 
Bila kita ingin makmur, katakanlah dalam jangka waktu 5 tahun ini, maka Kaltim harus mencetak 17.200 wirausahawan per tahun,” terangnya. Farid menyebut, jika mereka memimpin nanti, sudah siap dengan program-program yang menargetkan tumbuhnya wirausahawan mandiri. Target lain berupa 100 inkubator bisnis di Kaltim yang terkoneksi dengan universitas.
 
 
 
 
 
    Selama pemaparan, Farid tampak berkolaborasi, bergantian dengan wakilnya, Sofyan Alex. Ini jauh berbeda bila dibandingkan dengan pasangan nomor urut 1, AFI-Mukmin, yang semua pemaparannya diucapkan oleh AFI. Dalam penyampaiannya, Faroek memaparkan visi dan misi dengan melanjutkan berbagai megaproyeknya. Juga konsentrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
 
Tetap mengucurkan beasiswa untuk 50 ribu pelajar per tahun. Meningkatkan kesediaan pangan melalui konsentrasi pembangunan food estate. Yang terakhir, pasangan nomor urut tiga Imdaad-Ipong. Mereka menampilkan sesuatu yang beda, gaya pemaparannya lebih mirip orasi ketimbang membaca materi. Apalagi ketika Ipong memaparkan visi-misi dengan suara serak-basahnya.
 
“Kita tahu jalan rusak antarkabupaten/kota sangat dikeluhkan. Bukan hanya masyarakat tapi pejabat juga mengeluhkan kondisi ini. Transportasi akan jadi hal yang pertama kali dibereskan,” ujar Ipong usai rapat paripurna.
 
Selain itu, lanjutnya, pekerjaan rumah besar yaitu memanfaatkan lahan bekas tambang. Ipong berpendapat, potensi besar di lahan bekas tambang tapi tidak dilirik. Begitu pula dengan potensi wisata di Kaltim. Sementara Imdaad menekankan jatah dari pusat yang harusnya diterima Kaltim. “Kita tahu Kaltim merupakan provinsi terkaya tapi kenapa jalan masih rusak, listrik kurang, juga pengangguran yang jumlahnya tinggi,” tegasnya.
 
ADA YANG DIZALIMI
 
Ketika ketiga pasangan berceloteh tentang janji-janji mereka, sorak-sorai, tepuk tangan, hingga gelak tawa jadi ekspresi para penonton. Hal menarik tampak ketika giliran Farid-Sofyan Alex yang maju. Mereka tampak kompak meski diboikot para anggota DPRD Kaltim dari fraksi PDI Perjuangan (PDIP), yang mestinya jadi pendukung mereka.
 
Hanya dua kader PDIP yang datang. “Kami tidak memerintahkan anggota DPRD dari PDI Perjuangan tidak hadir di rapat paripurna. Tapi kami memerintahkan walk out ketika cawagub pasangan tersebut memaparkan visi-misi,” ujarnya. Dodi juga tidak menyebut nama Aji Sofyan Alex, dia berulang kali menyebut “cawagub yang tidak direstui partai”. Menanggapi aksi tersebut Sofyan menjawab santai.
 
Menurutnya, dia tak masalah jika PDI Perjuangan tidak sepakat dengan pengusungannya. “Tapi bukan begitu caranya, terlihat sekali tidak berjiwa besar. Ini acara KPU (Komisi Pemilihan Umum, Red) berarti mereka tidak menghargai KPU,” ujarnya. Sofyan mengaku ikhlas menerima segala perlakuan kepada dirinya. “Banyak yang bilang saya dizalimi, doa orang yang dizalimi kan terkabul ya. Jadi saya tetap menjaga semangat.
 
Tangan Tuhan itu bekerja,” ujarnya. Meski begitu, timses pasangan nomor dua ini kompak. Jargon yang disebutkan timses senada, tepuk tangan kuat seragam, dan teriakan sahut menyahut tertata. Berbeda respons ketika nama pasangan calon nomor satu disebutkan master of ceremony (MC). Ketika nama pasangan AFI-Mukmin disebut, timsesnya merespons datar. Sekadar tepuk tangan, tak ada teriakan. Sementara timses pasangan Imdaad Hamid-Ipong Muchlissoni bersorak-sorai namun banyak tak kompak.

>>Kaltim Post

Semakin Bersemangat Melawan Kezaliman




    Pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Kaltim 2013-2018 H Farid Wadjdy – H Aji Sofyan Alex dinilai berhasil tampil sebagai “bintang” dalam Rapat Paripurna Istimewa Penyampaian Visi-Misi di DPRD Kaltim, akhir pekan (24/8) lalu.

Dengan bahasa lugas namun tenang, pasangan nomor urut 2 tersebut menegaskan mereka takkan melanjutkan penderitaan masyarakat Kaltim selama ini.

“Kami tidak melanjutkan kesulitan air bersih, kurang listrik, pengangguran, dan megaproyek yang minim manfaat serta tidak cepat dirasakan masyarakat,” terang Farid.

Berbagai media massa di Kaltim mengulas show Farid-Sofyan itu jauh lebih menarik dan “langsung bikin seisi gedung dewan kaget.” Selain itu, “timses pasangan nomor dua ini kompak. Jargon yang disebutkan timses senada, tepuk tangan kuat seragam, dan teriakan sahut-menyahut tertata”.

Kepada insan pers di kawasan Sempaja, Samarinda, kemarin (25/8), Farid menyebut momentum visi-misi yang disiarkan langsung ke seluruh Kaltim ini cukup membangkitkan semangat para relawan.

“SMS yang masuk ke saya luar-biasa, jumlahnya ribuan, dan 99 persen bernada positif. Jumlah kunjungan ke blogspot kami juga meningkat hingga 1.200 klik,” kata Farid. “Kawan-kawan di daerah sampai bikin nobar (nonton bareng, Red),” tambahnya.

Ini ditindaklanjuti dengan pendekatan kampanye ke pelosok. Kemarin, Farid-Sofyan mengunjungi beberapa titik di Samarinda. Mulai dari Tanah Merah, menggelar jalan sehat di dua kelurahan sekaligus, hingga blusukan ke pasar.

Meski begitu, karena padatnya jadwal kampanye dan luas wilayah Kaltim yang harus dikunjungi, Farid dan Sofyan sepakat “tidak bersama”. Maksudnya, mereka bertandang ke wilayah berbeda. Dan sejauh ini hasilnya cukup positif, di mana masyarakat semakin mengapresiasi pasangan ini.

Salah seorang wartawan kemarin menanyakan sikap Farid soal porsi pemberitaan komersial (advertorial) milik Pemprov Kaltim di berbagai media. Di mana Farid, yang notabene wakil gubernur (wagub), dinilai telah dizalimi mengingat advertorial itu dibiayai uang negara (APBD) namun cenderung hanya menonjolkan figur tertentu.

“Dari pemberitaan itu saya coba menyikapi positif,” kata Farid, tenang. “Kita serahkan kepada masyarakat yang tentu sudah sangat cerdas dalam melihat dan menerjemahkan sebuah pemberitaan,” sambungnya.

Hanya, Farid berharap bagian humas Pemprov juga bisa menakar dalam kolom pemberitaan. “Sebab, kalau mereka mampu menyeimbangkan, sebetulnya akan menyelamatkan pimpinannya sendiri. Jangan sampai ikut arus. Tapi saya melihat itu positif saja. Meski, handphone saya sendiri hampir error, masyarakat rupanya juga mencermati itu. Memang, mereka melihat ada semacam perlakuan tak adil,” beber Farid, yang dalam jumpa pers kemarin didampingi pasangannya, Aji Sofyan Alex, dan Ketua DPW PPP Kaltim H Rusman Yaqub.

Farid Wadjdy lantas menyitir kisah Khalid bin Walid, seorang panglima tentara Islam yang tak terkalahkan. Namun, Khalid malah dipecat oleh khalifah saat itu, Umar bin Khattab. “Pendukungnya minta memberontak, tapi Khalid melarang. Ucapan beliau ‘Saya berperang dan meraih kemenangan bukan karena Umar, melainkan Allah’,” jelasnya.

“Kalau kita bekerja bukan karena manusia, insya Allah, takkan kecewa dalam situasi apapun,” tambah Farid pula.

Rusman Yaqub juga mengklarifikasi isu sesat bahwa pencalonan Farid-Sofyan adalah “pesanan”. Menurut dia, isu ini didorong sebagai bagian dari ketakutan pihak lain.

“Tapi kami sendiri dari awal berkomitmen tidak ingin melakukan black campaign. Insya Allah, pasangan ini tak mampu dihentikan manusia, kecuali Allah,” tegasnya.

Bagaimana soal pembiayaan? Rusman menyebut, sebagai pasangan yang lahir dari akar rumput, pendanaan Farid-Sofyan adalah berkat partisipasi seluruh pendukung. “Kami istilahkan bantuan dari hasil salawatan orang-orang yang punya komitmen memperbaiki Kaltim ke depan,” tandasnya.
 
>>Kaltim Post

Kampanye Perdana, Imdaad Hamid Pilih Blusukan

http://gerbangkaltim.com/wp-content/uploads/2013/08/imdaad-3.jpg


     Metode "blusukan" dipilih oleh Calon Gubernur Imdaad Hamid saat memperoleh kesempatan melaksanakan kampanye perdana secara terbuka, Minggu (25/8).


Tanpa didampingi oleh pasangannya, Ipong Muchlisoni, Imdaad memulai kampaye terbuka dengan menyapa masyarakat yang tengah berolahraga di kawasan lapangan Merdeka.
Sejak pukul 07.00 pagi, mantan Walikota Balikpapan itu bersama tim yang menemaninya menyalami satu persatu warga yang tengah berolahraga dikawasan car free day tersebut.
Puas berkeliling selama kurang lebih 1 jam, Imdaad kemudian bergerak menuju wilayah barat Balikpapan, kali ini tujuannya adalah pasar Pandan Sari yang merupakan pasar induk terbesar di Balikpapan.
 
 http://kaltim.tribunnews.com/foto/berita/2013/8/26/Imdaad_Hamid_Saat_Berbincang_Di_Salah_Satu_Warung_Kopi_di_Jl_Pandan_Barat_JANUAR.jpg
 
 
    Namun sebelum menuju tempat kampanye itu ia dan timnya memutuskan untuk terlebih dahulu mengisi perut di warung kopi Udin yang terletak di Jl Pandan Barat.
Usai dari pasar Pandsasari, rute "blusukan" Imdaad Hamid kembali dilakukan di warung kopi, kali ini warung Sudi Mampir yang ada di kawasan Muara Rapak menjadi tujuannya.
Sempat melanjutkan kampanye di dearah Km 15, usai beristirahat dikediaman pribadinya, pukul 13.00 ia kembali melanjutkan jatah kampanyenya ke komunitas masyarakat Toraja di Kelurahan Gunung Sari Ilir.
Selain berapa tempat yang telah dikunjungi itu, kampanye Imdaad kemarin ditutup dengan mengujungi pasar Sepinggan dan perkampungan warga di wilayah Manggar.

>>Kaltim Post

Visi Misi AFI-Mukmin Realistis dan Implementatif

http://lh4.ggpht.com/-XU-t0EMl6Bk/UfABXUmmtnI/AAAAAAAAABo/RRlUVG-KGe4/33844_581453255240500_1960416031_n.jpg
 
 
 
    PARA ANGGOTA DPRD Kaltim memberikan pujian dan apresiasi mereka terhadap visi Kaltim Maju 2018, yakni “ Mewujudkan Kaltim Sejahtera yang Merata dan Berkeadilan berbasis Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan“ yang disampaikan AFI-Mukmin.
 
Pencapaian visi tersebut melalui lima misi, yakni (1) Mewujudkan kualitas sumber daya manusia Kaltim yang mandiri dan berdaya saing tinggi; (2) Mewujudkan daya saing ekonomi yang berkerakyatan berbasis SDA dan energi terbarukan; (3) Mewujudkan infrastruktur dasar yang berkualitas bagi masyarakat secara merata; (4) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik; serta (5) Mewujudkan kualitas lingkungan yang baik dan sehat serta berperspektif perubahan iklim.
 
Ini menurut mereka realistis dan bisa diterapkan. Wakil Ketua DPRD Kaltim asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H Hadi Mulyadi menyebut visi misi AFI-Mukmin sebagai pandangan visioner tentang rencana pembangunan Kaltim lima tahun ke depan. “Perhatian pasangan AFI-Mukmin terhadap infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan tenaga kerja harus diapresiasi dan didukung,” kata Hadi Mulyadi.
 
Sedangkan anggota Komisi III DPRD Kaltim, H Jawad Sirajuddin, mengatakan visi misi AFI-Mukmin menunjukkan kesiapannya jauh lebih matang dibanding pasangan calon lainnya. Pemaparannya jelas, terukur dan program-program tersebut harus dilanjutkan serta dituntaskan. “Banyak keberhasilan yang diraih dalam lima tahun terakhir dan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Pemprov Kaltim dan DPRD Kaltim.
 
Pokoknya harus dilanjutkan dan dituntaskan,” kata Jawad Sirajuddin. Anggota Komisi III lainnya, Sarkowi V Zahry menyebut, visi misi AFI-Mukmin jelas menggambarkan keberhasilan kinerja lima tahun terakhir. Pekerjaan-pekerjaan rumah sekarang dan apa langkah-langkah lima tahun ke depan. “Visi misinya logis, sebagai sebuah langkah konkret dan terukur dari seorang pemimpin daerah untuk membawa masyarakat ke jalan yang jelas,” ujar Sarkowi.
 
Sementara Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, H Andi Harun menilai visi AFI-Mukmin sangat cemerlang, berdasarkan kondisi saat ini yang didukung fakta. AFI telah memulai program-program berdimensi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Kaltim. Tepat tagline pasangan ini, tuntaskan membangun Kaltim untuk semua. DPRD Kaltim dan masyarakat meyakini, apabila program-program dapat dituntaskan, maka dimensi ekonomi jangka panjang provinsi ini akan mantap. “Saya ada koreksi terhadap visi misi pasangan nomor tiga, mereka bilang jalan rusak mencapai 40 persen.
 
Padahal data terbaru yang diperoleh Komisi III DPRD Kaltim, kondisi jalan mantap di Kaltim mencapai 80 persen. Sisanya 20 persen yang belum baik itu umumnya di desa-desa, yang sebenarnya menjadi tanggung jawab kabupaten/kota. Jadi kalau apa yang disampaikan itu adalah sebuah kritik, maka sebenarnya yang mereka kritik adalah pemerintah kabupaten/kota, bukan pemerintah provinsi,” kata Andi Harun.
 
Juga soal program bantuan Rp 1 miliar-Rp 5 miliar per desa, menurut Andi Harun, sebagai sebuah kampanye itu bisa saja, namun pada teknis pelaksanaannya tak semudah yang dijanjikan. Pertama, bila yang disentuh adalah desa, maka kelurahan-kelurahan yang ada di kota bisa terjadi perlambatan pembangunan. Belum lagi pada teknis penganggaran di DPRD Kaltim, tak segampang mengucapkannya.
 
“Yang sudah terbukti dan teruji adalah apa yang dilakukan AFI selama ini, melalui bantuan keuangan yang diberikan, desa maupun kota mendapat gelontoran anggaran yang bukan hanya Rp 1 miliar-Rp 5 miliar, namun berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus miliar. Apa yang dilakukan AFI bukan lagi sekedar janji, tapi sudah terbukti dan teruji.
 
Dukungan koalisi Parpol yang menguasai 70 persen kursi di parlemen juga menjadi modal besar untuk mewujudkan program-programnya,” tutup Andi Harun. Sedangkan Ketua Komisi IV H Ahmad Abdullah mengatakan, visi misi AFI-Mukmin menunjukkan apa yang sudah dilaksanakan lima tahun terakhir dan apa yang bakal dilakukan kemudian. “Apa yang menjadi kekurangan tentu bakal dilanjutkan dan dituntaskan pada lima tahun mendatang,” kata Abdullah.
 
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Mudiyat Noor, menilai visi misi AFI-Mukmin memberi perhatian besar pada bidang kesehatan, pendidikan dan penyediaan lapangan kerja. “Visi misinya sangat bagus, tinggal nanti pelaksanaannya kalau beliau berdua terpilih,” kata Mudiyat Noor.
 
Sementara anggota Komisi I DPRD Kaltim, Pdt Yefta Berto mengatakan, visi misi AFI-Mukmin sesuai dengan program-program yang sudah berhasil dilaksanakan dan yang masih perlu dituntaskan lima tahun mendatang. “Termasuk memberi perhatian terhadap wilayah utara. Mudah-mudahan kalau AFI-Mukmin terpilih, ke depan ini perhatian terhadap wilayah utara semakin baik. Karena Kaltim masih harus membantu Kaltara selama tiga tahun mendatang,” kata Yefta Berto

>>Kaltim Post

Presiden SBY dihukum push up setelah kalah main bola

  Presiden SBY dihukum push up setelah kalah main bola

 
    Saat melakukan kunjungan dinas ke Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) harus push-up setelah kalah dalam pertandingan sepak bola dengan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden).

Tim SBY yang diperkuat oleh anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono ( Ibas ) ini bermain futsal selama kurang lebih 40 menit. Pertandingan dan olah raga sore hari itu dilakukan di sela-sela kunjungan SBY .

Pada babak pertama, Tim Paspampres terlihat canggung atau sungkan dalam bermain. Melihat Paspampres yang terlihat ragu-ragu melakukan permainan menyerang, Presiden SBY meminta tim lawan bertanding sungguh-sungguh.

Tim Presiden SBY yang jarang bermain futsal, harus menerima kekalahan telak saat melawan tim Paspampres yang atletis. Namun, tidak ada yang ingat dan menghitung perolehan skor yang dihasilkan dalam pertandingan ini.

"Sambil tertawa, Presiden menanyakan apakah ada sanksi bagi yang kalah. Komandan Group A Paspampres, Kolonel Agus menjawab tidak ada dan pura-pura lupa, padahal dalam tradisi Paspampres yang kalah harus sportif melakukan push-up," demikian tulis Fan Page Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) di Facebook, yang dipantau merdeka.com, Jakarta, Minggu (25/8).

Tiba-tiba tanpa diingatkan, SBY mendahului mengambil posisi push-up dan kemudian diikuti seluruh timnya. Tidak dijelaskan siapa saja yang tergabung dalam Tim SBY selain anaknya, Ibas .
Pada hitungan ke tiga puluh, Presiden bertanya, "Apakah sudah cukup?". Kolonel Agus menjawab sambil mesem-mesem sendiri, "Sudah, Bapak Presiden," jawab Agus.

Dalam akun facebook SBY tersebut, beragam komentar dilontarkan atas apa yang dilakukan Presiden SBY itu. "Biar kurus Pak BY," komentar Lukman Merbabu.

"Mendingan ikut bantu Mesir pak, daripada main-main kaya gitu. Buang-buang waktu. Bantu mereka pak, merekalah saudara kita, bukan Amerika dan sekutu"nya," kata Rudi SymbianEr berkomentar.

Dan masih banyak komentar-komentar baik yang mengapresiasi olah raga Presiden SBY atau pun yang menghujatnya. Setidaknya, ada tujuh ribu lebih orang menyukai foto posting saat Presiden SBY melakukan push up dalam facebook tersebut.

>>Merdeka