Rabu, 15 Januari 2014

Milan Pastikan Seedorf Pengganti Allegri

Milan Pastikan Seedorf Pengganti Allegri


    AC Milan mengumumkan Clarence Seedorf akan tiba di Milan dan memulai jabatannya sebagai pelatih baru mereka.

Sebelumnya, Seedorf mengungkapkan kalau dirinya akan jadi pengganti Massimiliano Allegri di San Siro.

Hari ini, Rossoneri mengumumkan eks gelandang mereka itu sudah terbang ke Italia dan segera melatih Mario Balotelli dkk.

"Petualangan baru sudah dimulai, dia akan segera tiba di sini," demikian pernyataan resmi Milan.
Seedorf baru akan jadi pelatih Milan usai laga Coppa Italia lawan Spezia.

>>Tribunnews

Terkam Bajul Ijo Persebaya, Macan Putih Kediri ke 8 Besar

Terkam Bajul Ijo Persebaya, Macan Putih Kediri ke 8 Besar


    Persik Kediri mengungguli Persebaya dengan skor 1 - 0 pada laga terakhir turnamen Inter Island Cup 2014 di Stasion Brawijaya, Rabu (15/1/2014).

Gol kemenangan Macan Putih Kediri dicetak striker andalannya, Faris Aditama di menit 75. Faris yang lolos dari kawalan pemain belakang Persebaya dengan mudah menceploskan bola ke gawang Jendry Pitoy.

Gol Faris sekaligus mengantarkan Macan Putih lolos ke babak delapan besar Inter Island Cup (IIC) 2014. Persik akan bergabung dengan Persiram Raja Ampat (Juara Zona Papua-Sulawesi), Mitra Kukar (Runner-up zona Kalimantan) dan juara Grup Jawa-1. Mereka tanding di Stadion Manahan, Solo.
Laga kedua kesebalasan disaksikan belasan ribu suporter Persikmania dan Bonek.

>>Tribunnews

Moyes Siapkan Rp 900 Miliar untuk Pulangkan Pogba dan Vidal ke Old Trafford

Moyes Siapkan Rp 900 Miliar untuk Pulangkan Pogba dan Vidal ke Old Trafford


    Manajer Manchester United, David Moyes sepertinya tak ingin kunjungannya ke Italia berakhir dengan sia-sia. Berbekal dana segar 200 juta pounds atau sekitar Rp 3 triliun yang disediakan manajamen, eks arsitek Everton tersebut ngotot untuk mendapatkan buruannya.

Setelah kemungkinan gagal mendapatkan Claudio Marchisio, kini David Moyes fokus pada dua ornamen milik Juventus, Paul Pogba dan Arturo Vidal. Bahkan, nominal transfer langsung disebut saat bertemu dengan Direktur Transfer Juventus, Beppe Marotta, kemarin.

Seperti dirilis Calciomercato.it, David Moyes berdiskusi dengan Marotta dalam dua kesempatan. Pertama usai pertandingan Bianconeri kontra Cagliari, dan di markas utama Juventus di Turin, kemarin. Hasilnya terungkap, kubu The Red Devils menawarkan uang cash sebesar Rp 60 juta pounds atau sekitar Rp 900 miliar untuk dua pemain, Paul Pogba dan Arturo Vidal.

Paul Pogba sendiri kini berharga 40 juta pounds atau Rp 600 miliar. Harga yang dianggap sangat pantas dengan kualitas dan kontribusi pada tim. Ia pun sudah terbukti mampu menjadi motor lini tengah, baik di Juventus maupun timnas Perancis.

Sumber internal Juventus mengungkapkan, tawaran David Moyes datang bersamaan dengan kemungkinan mengirim Nani dan Anderson ke Juventus Stadium, sebagai bagian dari 'bonus tambahan'. "Beppe orang yang sangat teliti. Beberapa pengajuan menarik menjadi bahan yang akan dibawa dalam rapat bersama tim pelatih dan jajaran direksi. Saya pikir hasilnya akan muncul pada 2-3 hari ke depan," tutur sang sumber.

Peran Paul Pogba dan Arturo Vidal dinilai sangat penting jika bergabung di Old Trafford. Tipikal Pogba akan mengisi peran yang dulu pernah diemban sangat baik oleh Roy Keane. Begitu juga dengan Arturo Vidal, yang dianggap punya karakter penyerang lubang lebih baik ketimbang Shinji Kagawa.

Sayang, kerja keras Moyes sepertinya harus berhadapan dengan gelombang yang sangat besar. Pihak La Vecchia Signora mengakui, tiga pemainnya Arturo Vidal, Claudio Marchisio dan Paul Pogba, banyak diburu klub klub besar Eropa. Meski begitu, kubu Juventus masih belum menyerah membentengi tiga pilar andalannya itu.

Giuseppe Marotta, mengklaim tak khawatir dengan masa depan kedua pemain tersebut. Dia percaya, Juventus punya kemampuan menjaga dua asetnya itu dari godaan klub kaya. "Tidak ada masalah. Claudio adalah satu dari beberapa pemain, bersama Paolo De Ceglie, telah mengenakan kostum Juventus sejak dari akademi. Dia mengenakan kostum ini sejak berusia delapan tahun dan dia mencintainya," kata Marotta, di Radio 1

"Saya mengenal dia dengan baik dan saya dapat mengatakan dengan pasti tidak ada masalah dengannya. Contoh nyata justru adanya pelukan antara Claudio dan Conte," sambung Marotta.

Sementara itu, upaya lebih berat harus dilakukan Juventus untuk menahan Pogba dari godaan uang berlimpah Paris Saint Germain. "Juventus dalam sejarah selalu membeli banyak pemain dan sedikit menjual ketika berbicara tentang juara. Dari sudut pandang kami, tidak ada keinginan menjual Pogba dan sejauh ini kami telah menutup pintu untuk setiap pembeli. Tujuan kami adalah untuk mengkonsolidasikan skuad, kami tidak ingin menjualnya, tetapi penilaian tertentu harus dilakukan nanti," tegas Marotta lagi.

Khusus Pogba, perhatian lebih memang tertuju padanya. Bahkan seorang legenda si kulit bundar, Zinedine Zidane, mengungkapkan, apa yang terjadi pada pemain muda Les Bleus tersebut adalah bentuk kesalahan Sir Alex Ferguson. Pemuda 20 tahun tersebut memang dilego ke Juventus dengan alasan sepele, yakni menginginkan kenaikan gaji menjadi 20 ribu pounds per pekan.

"Sungguh, saya pikir itu kesalahan terbesar yang dilakukan Sir Alex sepanjang kariernya sebagai pelatih hebat. Pogba punya kualitas alami yang sangat bagus, dan itu terbukti. Pogba bisa mengisi posisi seperti Roy Keane ataupun Paul Scholes. Itu yang sudah ditunjukkannya di level timnas," ujar Zidane.

Tidak hanya trio Juventus tersebut, Setan Merah juga tengah serius mendekati pemain muda Rayo Vallecano yang dipinjam dari Atletico Madrid, Saul Niguez. Berdasarkan laporan Football Espana, pelbagai media di Inggris menyebut Manchester United, juga Chelsea, memburu Niguez.

Performa apiknya ternyata mampu membius Red Devils serta The Blues. Bahkan salah satu staf pelatih Man. United, Phil Nevile, dikabarkan sudah terbang ke Madrid demi memantau sang pemain.

Sementara Chelsea masih berusaha mengontak pihak Los Rojiblancos dan agen pribadi Niguez terkait peluang transfer. Tentu kedua tim harus bersabar. Atletico disinyalir tak akan melepas asetnya begitu saja. Jika dilego pun, Niguez diyakini akan bernilai jutaan euro.

>>Tribunnews

Selesaikan Dualisme PSSI, Tugas Terberat Roy Suryo

Selesaikan Dualisme PSSI, Tugas Terberat Roy Suryo


    Selama satu tahun menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, mengaku tugas paling berat, yaitu mempersatukan dualisme yang ada di tubuh kepengurusan PSSI dan membuat cabang olahraga sepak bola berprestasi.

“Alhamdulillah, berkat doa restu dan dukungan tugas paling berat yang saya rasakan sudah diselesaikan bersama-sama secara mulus,” ujar Roy dalam acara Refleksi Satu Tahun Kinerja Menpora Roy Suryo di Gedung Kemenpora pada Rabu (15/1/2014).

Dia menilai, sepak bola belum berprestasi. Terlihat dari kekalahan telak yang diderita timnas Indonesia saat bertanding menghadapi tim-tim, seperti Arsenal, Chelsea, Liverpool dan timnas Belanda.

Setelah kekalahan tersebut, dia melanjutkan, PSSI mulai menggeliat, karena timnas U-19 berhasil meraih gelar juara di Piala AFF dan melaju ke putaran final Piala Asia 2014 di Myanmar. Sayang, prestasi U-19, tidak diikuti oleh timnas U-23 yang gagal meraih medali emas di SEA Games 2013.

“Padahal kita sudah melampaui satu hal yang membuat masyarakat puas, yaitu mengalahkan Myanmar selaku tuan rumah pada perempatfinal dan mengalahkan Malaysia di semifinal,” tuturnya.

>>Tribunnews

Mitra Kukar Realistis di Inter Island Cup

Mitra Kukar Realistis di Inter Island Cup 


    Asisten Manajer Mitra Kutai Kartanegara , Nor Alam mengatakan Mitra Kukar kemungkinan bakal mengahadapi tim-tim zona Jawa I dan zona Timur. Babak 8 besar bakal dihelat di Stadion Manahan, Solo (18-23) Januari.  
 
"Informasinya, tim kita akan bertemu tim Persib Bandung dan Persiram Raja Ampat. Rencananya, sore ini rombongan tim kami menuju ke Solo. Kemungkinan besok juga akan latihan ringan untuk persiapan tim," ungkap Nor Alam, Rabu (15/1/2014). 

Menurut dia, ajang turnamen pra musim IIC menjadi catatan penting bagi tim pelatih dan manajemen untuk memperhitungkan kekuatan-kekuatan tim lawan. Terutama tim-tim papan atas yang menjadi saingan berat Naga Mekes. 

"Tim-tim papan atas sekarang, memang punya skuad yang berkualitas dan permainan-permainan yang sangat atraktif. Kalau tim kami ditanya target, pasti ingin jadi juara diturnamen ini. Tapi kita juga harus realistis, melihat kekuatan tim-tim lawan," kata Nor Alam.

>>Tribunnews

Selasa, 14 Januari 2014

Sejarah, Sriwijaya Kerajaan Terkaya dan Nenek Moyang Madagaskar




    

Tidak ada orang Indonesia modern yang mendengar mengenai Sriwijaya sampai tahun 1920-an. Kerajaan Sriwijaya mulai diketahui ketika sarjana Perancis George Cœdès mempublikasikan penemuannya dalam surat kabar berbahasa Belanda dan Indonesia. Coedès menyatakan bahwa referensi Tiongkok terhadap "San-fo-ts'i", sebelumnya dibaca "Sribhoja", dan beberapa prasasti dalam Melayu Kuno merujuk pada kekaisaran yang sama.


Selain berita-berita diatas tersebut, telah ditemukan oleh Balai Arkeologi Palembang sebuah perahu kuno yang diperkirakan ada sejak masa awal atau proto Kerajaan Sriwijaya di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Sayang, kepala perahu kuno itu sudah hilang dan sebagian papan perahu itu digunakan justru buat jembatan. Tercatat ada 17 keping perahu yang terdiri dari bagian lunas, 14 papan perahu yang terdiri dari bagian badan dan bagian buritan untuk menempatkan kemudi. Perahu ini dibuat dengan teknik pasak kayu dan papan ikat yang menggunakan tali ijuk. Cara ini sendiri dikenal dengan sebutan teknik tradisi Asia Tenggara. Selain bangkai perahu, ditemukan juga sejumlah artefak-artefak lain yang berhubungan dengan temuan perahu, seperti tembikar, keramik, dan alat kayu.

Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal, dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur. Pada abad ke-20, kedua kerajaan tersebut menjadi referensi oleh kaum nasionalis untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelum kolonialisme Belanda.

Sriwijaya disebut dengan berbagai macam nama. Orang Tionghoa menyebutnya Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts'i atau San Fo Qi. Dalam bahasa Sanskerta dan bahasa Pali, kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. Bangsa Arab menyebutnya Zabaj dan Khmer menyebutnya Malayu. Banyaknya nama merupakan alasan lain mengapa Sriwijaya sangat sulit ditemukan. Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang adanya 3 pulau Sabadeibei yang kemungkinan berkaitan dengan Sriwijaya.


 


    Sekitar tahun 1993, Pierre-Yves Manguin melakukan observasi dan berpendapat bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatera Selatan sekarang), tepatnya di sekitar situs Karanganyar yang kini dijadikan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya.

Pendapat ini didasarkan dari foto udara tahun 1984 yang menunjukkan bahwa situs Karanganyar menampilkan bentuk bangunan air, yaitu jaringan kanal, parit, kolam serta pulau buatan yang disusun rapi yang dipastikan situs ini adalah buatan manusia. Bangunan air ini terdiri atas kolam dan dua pulau berbentuk bujur sangkar dan empat persegi panjang, serta jaringan kanal dengan luas areal meliputi 20 hektar. Di kawasan ini ditemukan banyak peninggalan purbakala yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat permu****n dan pusat aktifitas manusia.

Namun sebelumnya Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak pada kawasan sehiliran Batang Hari, antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi (di provinsi Jambi sekarang), dengan catatan Malayu tidak di kawasan tersebut, jika Malayu pada kawasan tersebut, ia cenderung kepada pendapat Moens, yang sebelumnya juga telah berpendapat bahwa letak dari pusat kerajaan Sriwijaya berada pada kawasan Candi Muara Takus (provinsi Riau sekarang), dengan asumsi petunjuk arah perjalanan dalam catatan I Tsing, serta hal ini dapat juga dikaitkan dengan berita tentang pembangunan candi yang dipersembahkan oleh raja Sriwijaya (Se li chu la wu ni fu ma tian hwa atau Sri Cudamaniwarmadewa) tahun 1003 kepada kaisar Cina yang dinamakan cheng tien wan shou (Candi Bungsu, salah satu bagian dari candi yang terletak di Muara Takus). Namun yang pasti pada masa penaklukan oleh Rajendra Chola I, berdasarkan prasasti Tanjore, Sriwijaya telah beribukota di Kadaram (Kedah sekarang).

PERDAGANGAN

Di dunia perdagangan, Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok, yakni dengan penguasaan atas Selat Malaka dan Selat Sunda. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditas seperti kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, pala, kepulaga, gading, emas, dan timah, yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Kekayaan yang melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassal-vassal-nya di seluruh Asia Tenggara. Dengan berperan sebagai entreport atau pelabuhan utama di Asia Tenggara, dengan mendapatkan restu, persetujuan, dan perlindungan dari Kaisar China untuk dapat berdagang dengan Tiongkok, Sriwijaya senantiasa mengelola jejaring perdagangan bahari dan menguasi urat nadi pelayaran antara Tiongkok dan India.

BUDAYA

Berdasarkan berbagai sumber sejarah, sebuah masyarakat yang kompleks dan kosmopolitan yang sangat dipengaruhi alam pikiran Budha Wajrayana digambarkan bersemi di ibu kota Sriwijaya. Beberapa prasasti Siddhayatra abad ke-7 seperti Prasasti Talang Tuo menggambarkan ritual Budha untuk memberkati peristiwa penuh berkah yaitu peresmian taman Sriksetra, anugerah Maharaja Sriwijaya untuk rakyatnya. Prasasti Telaga Batu menggambarkan kerumitan dan tingkatan jabatan pejabat kerajaan, sementara Prasasti Kota Kapur menyebutkan keperkasaan balatentara Sriwijaya atas Jawa.

 



    Semua prasasti ini menggunakan bahasa Melayu Kuno, leluhur bahasa Melayu dan bahasa Indonesia modern. Sejak abad ke-7, bahasa Melayu kuno telah digunakan di Nusantara. Ditandai dengan ditemukannya berbagai prasasti Sriwijaya dan beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuno di tempat lain, seperti yang ditemukan di pulau Jawa. Hubungan dagang yang dilakukan berbagai suku bangsa Nusantara menjadi wahana penyebaran bahasa Melayu, karena bahasa ini menjadi alat komunikasi bagi kaum pedagang. Sejak saat itu, bahasa Melayu menjadi lingua franca dan digunakan secara meluas oleh banyak penutur di Kepulauan Nusantara.

 Selain menjalin hubungan dagang dengan India dan Tiongkok, Sriwijaya juga menjalin perdagangan dengan tanah Arab. Kemungkinan utusan Maharaja Sri Indrawarman yang mengantarkan surat kepada khalifah Umar bin Abdul-Aziz dari Bani Umayyah tahun 718, kembali ke Sriwijaya dengan membawa hadiah Zanji (budak wanita berkulit hitam), dan kemudian dari kronik Tiongkok disebutkan Shih-li-fo-shih dengan rajanya Shih-li-t-'o-pa-mo (Sri Indrawarman) pada tahun 724 mengirimkan hadiah untuk kaisar Cina, berupa ts'engchi (yang maksudnya sama dengan Zanji dalam bahasa Arab).

Pada paruh pertama abad ke-10, di antara kejatuhan dinasti Tang dan naiknya dinasti Song, perdagangan dengan luar negeri cukup marak, terutama Fujian, kerajaan Min dan kerajaan Nan Han dengan negeri kayanya Guangdong. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Pada masa inilah diperkirakan rakyat Sriwijaya mulai mengenal buah semangka (Citrullus lanatus), yang masuk melalui perdagangan mereka.


PENYEBARAN PENDUDUK KEMAHARAJAAN BAHARI

Upaya Sriwijaya untuk menjamin dominasi perdagangan bahari di Asia Tenggara berjalan seiring dengan perluasan Sriwijaya sebagai sebuah kemaharajaan bahari atau thalasokrasi. Dengan menaklukkan bandar pelabuhan negara jiran yang berpotensi sebagai pesaingnya, Sriwijaya secara otomatis juga melebarkan pengaruh dan wilayah kekuasaannya di kawasan. Sebagai kemaharajaan bahari, pengaruh Sriwijaya jarang masuk hingga jauh di wilayah pedalaman.

Sriwijaya kebanyakan menerapkan kedaulatannya di kawasan pesisir pantai dan kawasan sungai besar yang dapat dijangkau armada perahu angkatan lautnya di wilayah Nusantara, dengan pengecualian pulau Madagaskar. Diduga penduduk yang berasal dari Sriwijaya telah mengkoloni dan membangun populasi di pulau Madagaskar yang terletak 3300 mil atau 8000 kilometer di sebelah Barat di seberang Samudra Hindia.





     Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Jurnal Proceedings of The Royal Society, bahwa nenek moyang penduduk Madagaskar adalah orang Indonesia. Para peneliti meyakini mereka adalah pemukim asal Kerajaan Sriwijaya. Migrasi ke Madagaskar diperkirakan terjadi 1200 tahun yang lalu sekitar kurun tahun 830 M. Berdasarkan penelitian DNA mitokondria, suku pribumi Malagasy dapat merunut silsilah mereka kepada 30 perempuan perintis yang berlayar dari Indonesia 1200 tahun yang lalu. Bahasa Malagasy mengandung kata serapan dari bahasa Sanskerta dengan modifikasi linguistik melalui bahasa Jawa dan bahasa Melayu, hal ini merupakan sebuah petunjuk bahwa penduduk Madagaskar dikoloni oleh penduduk yang berasal dari Sriwijaya. Periode kolonisasi Madagaskar bersamaan dengan kurun ketika Sriwijaya mengembangkan jaringan perdagangan bahari di seantero Nusantara dan Samudra Hindia.

Kerajaan Sriwijaya Berasal dari Suku Dayak

Wajar, jika dikatakan Suku Bangsa Dayak adalah suku tertua di Nusantara. Suku Bangsa Dayak memang lahir lebih dahulu ketimbang suku-suku yang lainnya. Berdasarkan peta persebaran sejarah nusantara, imigran berbagai bangsa mulai menjejakan kakinya di Kalimantan yang saat itu dikenal dengan sebutan Tanjung Nagara.

Gelombang imigran dari luar dimulai pada akhir zaman es (pleistocene) usai tepatnya sekitar 10.000-6.000 tahun lalu melalui jalur timur laut. Persebaran manusia di Kalimantan pun terus berkembang, ditambah adanya gelombang imigran proto melayu. Keberadaan Suku Dayak yang lebih dahulu menginjakan kakinya di Bumi Nusantara ini, membuat saya berasumsi jika adanya dugaan Suku Dayak merupakan nenek moyang Bangsa Indonesia. Begitu juga dengan perannya sebagai cikal bakal lahirnya kerajaan-kerajaan di Nusantara, salah satunya adalah Kerajaan Sriwijaya.

Jika benar seperti itu, Kerajaan Sriwijaya dapat diprediksi telah lahir sebelum abad ke 7 Masehi. Lahirnya Kerajaan Sriwijaya diduga lebih tua dari Kerajaan Kutai. Hal itu dijelaskan pada Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan M Batenburg pada 29 November 1920 lalu di Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan. Dalam prasasti tersebut dijelaskan Dapunta Hyang melakukan perjalanan suci ke timur dengan membawa 2 laksa tentara.

>>Berbagai Sumber

Kenapa CR7 Menangis Usai Raih Ballon d'Or? Ini Jawabnya

Ronaldo tampak menitikkan air mata usai menerima bola emas.

 


    Cristiano Ronaldo dinyatakan sebagai pemain terbaik dunia sepanjang tahun 2013. Bintang Real Madrid itu mengakui kemenangannya kali ini lebih emosional daripada saat 2008.

CR7 berhasil mengungguli Lionel Messi dan Franck Ribery untuk merebut trofi bola emas kedua dalam karirnya, lima tahun setelah memenangkannya bersama Manchester United.

Ronaldo pun menilai dirinya pantas merebut gelar individual bergengsi tersebut. "Jika trofi ini diberikan oleh orang banyak, maka mungkin saya pantas meraihnya," ujar Ronaldo, seperti dilansir Sky Sport.

"Messi atau Ribery juga pantas mendapat Ballon d'Or, tapi saya yang memenangkannya. Saya merasa sangat senang bisa memenangkan Ballon d'Or dan akan berbagi penghargaan ini dengan Real Madrid," tambahnya dalam jumpa pers usai gala di Zurich, Senin 13 Januari 2014.

Pemain 28 tahun itu pun tampak sangat senang, bahkan sempat menitikkan air mata saat berada di atas panggung menerima trofi.

"Saya melihat ibu saya, dan dia menangis. Saya coba mengontrol diri saya tapi ikut menangis juga," jelasnya. "Ballon d'Or pertama saya sangat penting, tapi ini lebih emosionil karena saya di depan ibu dan anak saya."

"Ribery adalah pemain yang menakjubkan dan dia pantas menang, begitu juga Messi, tapi saya yang memenangkannya," imbuh Ronaldo.

Keberhasilan Ronaldo pun mematahkan kesuksesan Messi merebut gelar pemain terbaik dunia dalam empat tahun terakhir. 



>>Vivanews