Namanya memang tidak sepopuler Neymar da Silva yang menyita perhatian
publik berkat aksi-aksi gemilangnya. Namun, sosok Fred tak bisa
dipungkiri merupakan salah satu aktor utama dibalik sukses Brasil
merebut gelar juara Piala Konfederasi 2013.
Masuk usia 29 tahun,
banyak orang meragukan keputusan Luiz Felipe Scolari memasukkan nama
Fred dalam skuad Samba di Piala Konfederasi 2013. Mereka menilai, eks
bomber Olympique Lyon yang kini bermain di klub Brasil Fluminense sudah
habis dan tidak mampu mengimbangi kecepatan yang dimiliki pemain-pemain
seperti Neymar, Oscar dan Paulinho.
Kegundahan publik makin
menjadi-jadi, lantaran Fred yang dipercaya tampil sebagai starter di dua
laga penyisihan grup kontra Jepang dan Meksiko, gagal mencetak gol.
Fans mulai bersuara, di mana mereka meminta Scolari mencadangkan Fred
dan memasukkan Jo sebagai starter menyusul sukses mencetak gol di dua
laga awal tersebut.
Ditengah gelombang kritikan, Scolari
bergeming dan tetap memberikan kepercayaan kepada Fred. Nah, pada
kesempatan ketiga inilah dia benar-benar menjawab seluruh kritik.
Fred
tampil brilian saat Brasil meladeni perlawanan Italia, dengan
menyumbangkan dua gol dan membantu Samba menang 4-2. Setelah itu, Fred
terus menunjukkan kapasitasnya sebagai predator mematikan di kotak
penalti.
Di laga semifinal kontra Uruguay, Fred membuka
keunggulan Brasil, meski sempat disamakan Edinson Cavani, sebelum
akhirnya Paulinho memastikan kemenangan 2-1 yang membawa Selecao lolos
ke final.
Ketajaman Fred kembali berlanjut di partai puncak
melawan Spanyol. Dia bahkan membuat publik langsung bergermuruh saat
laga belum genap dua menit, sebelum Neymar menutup keunggulan 2-0 Brasil
di penghujung babak pertama.
Gebrakan dari Fred kembali membuat
Iker Casillas merana di awal babak kedua, tendangan mendatar terukur
yang dilepaskannya tidak mampu dijangkau kiper nomor satu Spanyol
tersebut.
Gol itulah yang kemudian meruntuhkan mental
bertandingan anak-anak Vicente Del Bosque. Hal ini bisa dilihat dari
kegagalan Sergio Ramos mengeksekusi penalti dan kartu merah yang
diterima Gerard Pique saat menghadang laju Neymar.
Dengan
kontribusi lima gol, Fred sebenarnya punya koleksi gol sama dengan
Fernando Torres yang menyabet gelar top scorer. Namun, berhubung Fred
memiliki menit bermain lebih banyak dari Torres, maka El Nino-lah yang
berhak menggondol trofi sepatu emas.
>>Okezone Bola