Minggu, 30 Juni 2013

Roma Sudah Deal dengan Nainggolan?

Aksi Radja Nainggolan saat beruji coba melawan Timnas U-23 Indonesia di SUGBK (Foto: Ratman Suratman/SINDO)


    Kabar mengejutkan datang dari Ibu Kota Italia. AS Roma dikabarkan sudah deal dengan gelandang Cagliari, Radja Nainggolan.

Sport Mediaset, Senin (1/7/2013), melaporkan, gelandang internasional Belgia berdarah Indonesia  tersebut sudah sepakat merapat ke Ibu Kota. Padahal, rumor yang berembus terakhir, pria keturunan Batak tersebut santer dikabarkan jadi incaran utama Inter Milan dan Southampton.

Roma dikabarkan diam-diam sudah melakukan negosiasi dengan kubu Cagliari dan akhirnya sukses meyakinkan kub yang berbasis di kepulauan Sardinia tersebut untuk melepas salah satu aset emasnya.

Kubu I Giallorossi dikabarkan merogoh kocek 10 juta euro, dan memberikan separuh kepemilikan dari dua pemain mudanya, Valerio Verve dan Federico Viviani sebagai mahar untuk Nainggolan. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi yang dikeluarkan masing-masing klub terkait kabar ini.

Isu yang berembus, kubu Roma merekrut Nainggolan untuk menggantikan posisi Daniele De Rossi yang tengah diminati Chelsea. Seperti diketahui, Nainggolan dan De Rossi memiliki posisi bermain yang sama yakni gelandang tengah.

>>Okezone Bola

Berjaya di Konfederasi, Brasil Selalu Gagal di Piala Dunia

Para pemain Brasi berpose usai menjuarai Piala Konfederasi 2013 (Foto: Reuters)


    Timnas Brasil memastikan diri mencatatkan hattrick juara di ajang Piala Konfederasi. Namun, ada satu catatan buruk yang mengikuti sukses Selecao di Piala Dunia mini ini.

Brasil sukses meneruskan sejarah sukses di 2005 dan 2009 dengan menjuarai Piala Konfederasi 2013 dengan menundukkan Spanyol 3-0 di laga final, Senin (1/7/2013) pagi tadi WIB. Secara total, Tim Samba jadi kolektor gelar terbanyak dengan empat trofi, di mana yang pertama diraih pada 1997.

Namun, sukses ini tak lantas membuat para punggawa Brasil bisa jumawa. Pasalnya, trofi Piala Konfederasi seakan jadi ‘kutukan’ bagi Brasil. Ya, sejarah mencatat, Selecao tidak pernah sukses jadi juara di ajang Piala Dunia, setelah sebelumnya menjuarai Piala Konfederasi.

Catatan buruk ini diawali pada gelaran Piala Konfederasi 1997. Saat itu, Brasil tampil sebagai juara dengan menundukkan Australia 6-0 pada laga final di Arab Saudi. Namun, setahun kemudian, mereka gagal mempertahankan trofi juara di Piala Dunia 1998. Brasil yang menyandang predikat juara PD 1994 dipaksa menyerah 0-3 dari Prancis di laga puncak.

Di percobaan kedua, Brasil kembali jadi jawara Piala Konfederasi 2005 usai menaklukkan rival abadinya, Argentina 4-1 pada laga puncak di Jerman. Namun kembali, Brasil harus merana di Piala Dunia.

Pada Piala Dunia 2006 yang juga digelar di Jerman, langkah Selecao terhenti di babak perempatfinal. Lagi-lagi, Prancis jadi aktor antagonis-nya. Lewat gol tunggal Thierry Henry, Brasil dipaksa angkat koper.

Seakan menjadi déjà vu, hal serupa kembali terjadi pada Piala Dunia 2010. Brasil yang tampil sebagai juara di Piala Konfederasi 2009 (mengalahkan Amerika Serikat 3-2), harus gagal merebut trofi keenamnya di Piala Dunia usdai dihentikan Belanda di perempatfinal.

Nah, bagaimana dengan kali ini? Mampukah Brasil yang jadi jawara Piala Konfederasi 2013, mematahkan déjà vu? Kita tunggu saja Juni 2014 mendatang.

>>Okezone Bola

Fred Predator Sejati Selecao

Selebrasi Fred usai membobol gawang Spanyol (Foto: Reuters)


    Namanya memang tidak sepopuler Neymar da Silva yang menyita perhatian publik berkat aksi-aksi gemilangnya. Namun, sosok Fred tak bisa dipungkiri merupakan salah satu aktor utama dibalik sukses Brasil merebut gelar juara Piala Konfederasi 2013.

Masuk usia 29 tahun, banyak orang meragukan keputusan Luiz Felipe Scolari memasukkan nama Fred dalam skuad Samba di Piala Konfederasi 2013. Mereka menilai, eks bomber Olympique Lyon yang kini bermain di klub Brasil Fluminense sudah habis dan tidak mampu mengimbangi kecepatan yang dimiliki pemain-pemain seperti Neymar, Oscar dan Paulinho.

Kegundahan publik makin menjadi-jadi, lantaran Fred yang dipercaya tampil sebagai starter di dua laga penyisihan grup kontra Jepang dan Meksiko, gagal mencetak gol. Fans mulai bersuara, di mana mereka meminta Scolari mencadangkan Fred dan memasukkan Jo sebagai starter menyusul sukses mencetak gol di dua laga awal tersebut.

Ditengah gelombang kritikan, Scolari bergeming dan tetap memberikan kepercayaan kepada Fred. Nah, pada kesempatan ketiga inilah dia benar-benar menjawab seluruh kritik.

Fred tampil brilian saat Brasil meladeni perlawanan Italia, dengan menyumbangkan dua gol dan membantu Samba menang 4-2. Setelah itu, Fred terus menunjukkan kapasitasnya sebagai predator mematikan di kotak penalti.

Di laga semifinal kontra Uruguay, Fred membuka keunggulan Brasil, meski sempat disamakan Edinson Cavani, sebelum akhirnya Paulinho memastikan kemenangan 2-1 yang membawa Selecao lolos ke final.

Ketajaman Fred kembali berlanjut di partai puncak melawan Spanyol. Dia bahkan membuat publik langsung bergermuruh saat laga belum genap dua menit, sebelum Neymar menutup keunggulan 2-0 Brasil di penghujung babak pertama.

Gebrakan dari Fred kembali membuat Iker Casillas merana di awal babak kedua, tendangan mendatar terukur yang dilepaskannya tidak mampu dijangkau kiper nomor satu Spanyol tersebut.

Gol itulah yang kemudian meruntuhkan mental bertandingan anak-anak Vicente Del Bosque. Hal ini bisa dilihat dari kegagalan Sergio Ramos mengeksekusi penalti dan kartu merah yang diterima Gerard Pique saat menghadang laju Neymar.

Dengan kontribusi lima gol, Fred sebenarnya punya koleksi gol sama dengan Fernando Torres yang menyabet gelar top scorer. Namun, berhubung Fred memiliki menit bermain lebih banyak dari Torres, maka El Nino-lah yang berhak menggondol trofi sepatu emas.

>>Okezone Bola

Luluh Lantakkan Spanyol, Brasil Juara Piala Konfederasi

Para pemain Brasil merayakan keberhasilan menjuarai Piala Konfederasi 2013/Reuters


    Luar biasa Brasil. Tim Samba berhasil menjuarai Piala Konfederasi 2013 setelah tanpa ampun menghajar 10 pemain tim nasional Spanyol 3-0.

Fred menjadi pahlawan Selecao berkat dua golnya di menit kedua dan ke-47. Neymar menyumbang satu gol pada menit ke-44.

Sudah jatuh tertimpa tangga, juara dunia dan Eropa Spanyol gagal memaksimalkan penalti di pertengahan babak kedua dan terpaksa mengakhiri pertandingan dengan 10 orang setelah Gerard Pique diusir wasit pada menit ke-68.

Pelatih Luiz Felipe Scolari menurunkan the winning team yang menjuarai Grup A dan mengalahkan Uruguay di semifinal, sementara itu Vicente del Bosque memainkan Juan Mata dan Fernando Torres sejak awal.

>>Okezone Bola

Debut Pep, Bayern Menang 15-1

Josep Guardiola. (Foto: Reuters)


    Josep Guardiola berhasil memberikan kemenangan bagi Bayern Munich dalam debutnya sebagai pelatih tim Bundesliga tersebut. Tak tanggung-tanggung, The Bavarians berhasil menang lewat skor telak 15-1.

Seperti dilaporkan Goal, kemenangan peraih treble winners pada musim lalu itu, didapatkan kala melakoni laga persahabatan kontra fans klub mereka, Sabtu (29/6/2013) waktu setempat. Dalam laga tersebut, Bayern langsung unggul 3-0.

Gol tersebut masing-masing dicetak oleh Thomas Muller, Oliver Markoutz, dan Vladimir Rankovic. Belum puas sampai di situ, Bayern pun membuat para fans yang berbasis di Wildenau tersebut tak berdaya pada interval kedua.

Patrick Weihrauch berhasil menyumbangkan empat golnya bagi FC Hollywood, kemudian Julian Green mencetak hattric. Sisanya gol dicetak oleh  Franck Ribery, Mitchell Weiser, dan Toni Kroos.

Terlepas kemenangan besar tersebut, Guardiola mengaku senang dengan kembalinya Kross yang baru pulih dari cedera panjangnya. Guardiola sendiri akan menjalani debut sebenarnya di Bundesliga dengan melawan Borussia Monchengladbach pada 10 Agustus mendatang.

>>Okezone Bola

Lawan Mitra Kukar Persib Tanpa Sergio Van Dijk

Selebrasi gol Sergio van Dijk (Foto: Adam Erlangga/SINDO)


    Kemenangan Persib Bandung atas Persisam Samarinda dengan skor meyakinkan 4-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu (30/6/2013), harus dibayar mahal.

Sebab kartu kuning yang diterima striker andalannya, Sergio Van Dijk pada menit 90, membuat Persib harus kehilangan servis pemain berusia 30 tahun tersebut saat menghadapi Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Sabtu (30/6/2013).

Sesuai regulasi anyar PT. Liga Indonesia musim ini, setiap pemain yang mengoleksi tiga kartu kuning pertama dikenai sanksi larangan bermain satu kali. Sanksi akumulasi kartu kuning berikutnya berlaku jika pemain tersebut menerima dua kartu kuning.

Kartu kuning yang diterima Sergio dari wasit Nusur Fadillah merupakan yang ketiga yang diterima Sergio musim ini. Sebelumnya striker jebolan akademi sepakbola FC Groningen tersebut, menerima kartu kuning saat Persib menghadapi Gresik United, 30 Maret dan Arema Crounus, 20 April.

Kehilangan Sergio, tentu kerugian besar buat Persib. Selain cukup subur dengan koleksi 19 gol dari 22 laga yang sudah dijalaninya sejauh ini. Sergio pun kerap memberikan assist matang yang berbuah gol kepada rekan-rekannya seperti yang ia tunjukan saat lawan Persisam.

>>Okezone bola

Kamis, 27 Juni 2013

Festival Erau 2013 Angkat Tema International Folklore

http://www.indonesia.travel/public/media/images/upload/event/Erau%20International%20Folklore%20&%20Art%20Festival.jpg 


Festival Erau, pesta budaya adat Kutai, akan kembali digelar pada 30 Juni hingga 7 Juli di Kota Raja Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dengan mengusung tema Erau international folklore & art festival (EIFAF), festival ini akan diikuti 12 negara.

Festival budaya dan pesta rakyat Kutai ini di antaranya berisi upacara upacara adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pergelaran seni tradisional asli Kutai, seni khas Nusantara, dan seni mancanegara.

Negara-negara lain yang berpartisipasi dalam festival ini secara bergiliran akan menggelar pertunjukan atau memperkenalkan kesenian masing-masing.

Selain itu, sejumlah lomba dan olahraga baik tradisional maupun populer akan dilaksanakan, di antaranya lomba perahu naga dan lomba perahu motor. Serangkaian kegiatan pameran, kuliner, dan pesta rakyat juga masuk agenda.