Selasa, 04 Desember 2012

Anggotanya Ada 4.500, Berawal dari Kemarahan Pria Malaysia

Mengenal Komunitas dengan Nama Sama Terbanyak Versi MURI

 
                    SEMUA SUGENG: Inilah para anggota Paguyuban Sugeng. 
                          Sekali panggil, semua pasti menoleh.
 
 
    Seperti halnya Joko atau Agus, nama Sugeng termasuk yang sering ditemukan. Sadar bernama sama, sejumlah warga mendirikan komunitas yang diberi nama Paguyuban Sugeng. Ternyata peminatnya banyak, anggotanya kini 4.500 orang, tersebar mulai Australia sampai ke Sudan. Di tulisan ini, ada kisah-kisah lucu mereka akibat nama yang sama itu.
 
Sore itu, empat orang pria berjalan berbincang akrab di sebuah kafe, di kawasan Jakarta Selatan. Mereka ngobrol layaknya kawan lama yang sudah lama tak bertemu. Percakapan berjalan gayeng sambil sesekali diiringi guyonan berbahasa Jawa. Secangkir teh dan kopi serta dua
gelas jus menemani obrolan ringan keempat pria tersebut.

Tiba-tiba seorang perempuan tengah baya datang menghampiri. Dia memanggil, “Pak Sugeng,” sembari melambaikan tangan. Spontan, keempat pria tersebut menoleh bebarengan. Sebab, mereka semua memang bernama Sugeng. Setelah menunjuk “Sugeng” yang dimaksud, dia berbincang sebentar lalu berlalu. Kisah tersebut diceritakan salah seorang Sugeng yang nama panjangnya Sugeng Riyadi.

“Memang sering terjadi yang seperti tadi. Kita pas lagi jalan bareng kemudian ada yang manggil Sugeng, ya, pasti noleh semua,” ujar Sugeng Riyadi lalu tertawa, ketika ditemui bersama ketiga Sugeng lainnya di Mall Cilandak Town Square, Jumat (30/11).

Keempat Sugeng yang ditemui media ini, ternyata bukan kawan lama. Mereka dipertemukan dalam sebuah wadah atau organisasi non-profit bernama Paguyuban Sugeng.

Ya, sesuai namanya, anggota paguyuban semuanya memiliki unsur nama Sugeng. Seperti halnya Budi, Endang, maupun Asep, nama Sugeng adalah salah satu nama yang jamak alias banyak dimiliki orang-orang Indonesia.

Menyadari banyaknya orang yang bernama Sugeng, para Sugeng pun sepakat bergabung dalam Paguyuban Sugeng.

"Kita kenalnya ya dari PS (Paguyuban Sugeng). Karena sama-sama pengurus jadi kadang ketemuan, khususnya kalau PS mau ada kegiatan," papar Sugeng Riyadi yang merupakan Ketua Paguyuban Sugeng.

Kegiatan Paguyuban memang cukup beragam. Di samping silaturahmi rutin, mereka juga kerap menggelar Rapat Pengurus Bulanan. Paguyuban juga membuat website dan Warung Online PS.

Tidak hanya itu, saat ini Paguyuban Sugeng sudah memiliki Koperasi Paguyuban Sugeng (KPS) serta melakukan bakti sosial.

Mereka juga membuat atribut dan merchandise PS. "Kita juga rutin berkomunikasi lewat Facebook, SMS, BBM, mailing list, sampai Skype," jelas Sugeng Daryono yang akrab disapa Mbah Dar.

Kenapa sampai menggunakan situs jejaring sosial Skype? Mbah Dar menuturkan, anggota Paguyuban tidak hanya berada di Indonesia, beberapa ada yang menetap di luar negeri, seperti Australia, Malaysia, Sudan, hingga Srilanka.

Hingga bulan November 2012, anggota PS sudah menembus lebih dari 4.500 orang. Karena itu, PS pun diganjar penghargaan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori Komunitas dengan Nama Sama Terbanyak pada 9 November lalu.

"Kami bangga dan senang sekali karena diakui oleh MURI. Karena itu, para anggota siap mempertahankan rekor ini agar tidak terkejar oleh Paguyuban lain," jelas Sugeng Budiono, Sugeng yang lainnya lagi.

PS sendiri resmi terbentuk pada 9 November 2008 silam. Sang Ketum (Ketua Umum) mengisahkan, keberadaan PS justru bermula dari rasa penasaran seorang warga Malaysia yang bernama Sugeng Jabri.

Sebagai pemilik nama Sugeng di negeri Jiran, Sugeng Jabri kadang merasa terasing. Sejak di bangku sekolah, teman-temannya kerap diejek kenapa namanya aneh. Makin diolok-olok, Sugeng Jabri makin penasaran apakah hanya dirinya yang memiliki nama langka tersebut.

"Dia asli orang Malaysia. Mungkin nenek moyangnya ada yang orang Indonesia makanya namanya Sugeng," jelas Sugeng Riyadi.

Puncaknya, pada 2006, Sugeng Jabri mencoba mencari nama Sugeng di laman Yellow Pages Malaysia. Sesuai dugaannya, di seluruh penjuru Malaysia hanya ada lima orang bernama Sugeng.

Rasa penasaran Sugeng Jabri pun kian menjadi. Dia lantas kembali mencari "Sugeng" lewat situs jejaring sosial yang tengah tren saat itu, Friendster.

Hasilnya pun belum memuaskan. Baru tujuh orang Indonesia bernama Sugeng yang berhasil dia temukan. Meski begitu, Sugeng Jabri tetap menjalin kontak dengan para Sugeng tersebut.

Akhirnya, bulan Maret 2007, Sugeng Jabri pun berkunjung ke Solo untuk bertemu dengan dua orang Sugeng, AR Sugeng Riyadi dan Sugeng Rahmadi.

Usai bersilaturahmi, Sugeng Jabri pulang ke Malaysia. Pertemuan singkat tersebut membuat Sugeng Jabri makin bersemangat untuk menelusuri keberadaan Sugeng-Sugeng yang lain. Dia pun kembali aktif searching nama Sugeng di Friendster.

Upayanya sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Dia menemukan lagi Sugeng-Sugeng yang lain. Awal 2008, Sugeng Jabri kembali mengunjungi Indonesia. Pada perjalanannya kali ini, Sugeng Jabri berhasil bertemu beberapa Sugeng di Jakarta, termasuk sang Ketum Sugeng Riyadi.

Pertemuan tersebut akhirnya menggawangi terbentuknya PS. Sepulang Sugeng Jabri ke Malaysia, Sugeng Riyadi segera menindak lanjuti keinginan Sugeng Jabri untuk mengumpulkan Sugeng-Sugeng lain.

"Saya bikin mailing list dengan yahoogroups. Namanya  Sugengdansugeng@yahoogroups.com. Dari situ, sampai terkumpul 40 Sugeng," jelas Sugeng Riyadi.

Lama-kelamaan, jumlah anggota mailing list “SugengdanSugeng” terus bertambah hingga menjadi 125 orang.

Akhirnya mereka melakukan “kopi darat” pertama pada 9 November 2008 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Tanggal pertemuan tersebut lantas ditetapkan sebagai tanggal lahirnya PS. Booming-nya situs jejaring sosial Facebook pun tidak disia-siakan oleh Sugeng Riyadi. Dia lalu membuat akun Facebook PS. Tidak lupa dia juga memposting foto-foto pertemuan PS.

Dari Facebook, keanggotaan PS pun berkembang pesat. Selain sosialisasi makin mudah, setiap anggota juga aktif mengajak anggota lainnya yang memiliki unsur nama Sugeng.

Akhirnya, anggota PS pun menembus angka 4.656 orang. Dalam perkembangan dari pertemuan tersebut dan beberapa pertemuan berikutnya dibuatlah AD-ART (Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga) yang menjadi dasar Akta Paguyuban secara notarial.

Kemudian, lanjut Sugeng Riyadi, dibentuklah Presidium Paguyuban Sugeng yang bertugas mempersiapkan Musyawarah Besar dengan Anggaran Dasar pertama kali disusun dan didaftarkan pada Notaris Aidah Sarjana Hukum di Bekasi dengan nomor register notaris 01, tertanggal 04 Agustus 2011.

Selanjutnya, mereka menggelar Musyawarah Besar Paguyuban untuk membentuk kepengurusan tetap pada 20 November 2011.

"Dan akhirnya dibentuklah Kepengurusan Tetap yang definitif periode 2011-2014. Sesuai voting, saya akhirnya ditunjuk sebagai Ketua Umum," jelas Sugeng Riyadi.

Yang terkini, PS baru saja merayakan ulang tahunnya yang keempat pada 11 November lalu. Perayaan hari jadi kali ini cukup istimewa. PS mendapat hadiah istimewa, yakni diganjar penghargaan MURI tadi.

"Yang datang waktu itu juga ramai sampai 140-an anggota," ujar Sugeng Sugianto yang menjabat sebagai Humas PS.

Menurut Sugeng Riyadi, saat berkumpul adalah saat untuk bersilaturahmi dan juga membuka peluang bisnis.

Lantas, bagaimana cara mereka memanggil satu sama lain dalam sebuah pertemuan. Sugeng memaparkan, para anggota PS memanggil nama belakang atau nama selain Sugeng. Misalnya Sugeng Riyadi, disapa Riyadi. Namun, ternyata itu pun masih menjadi masalah karena nama Sugeng Riyadi dalam PS berjumlah lebih dari 300 orang.

"Karena itu, kita terus-menerus mengajak para anggota untuk segera mengumpulkan KTP atau identitas lainnya. Agar bisa didata dan mendapat nomor anggota. Jadi nomor anggota itu juga menjadi panggilan. Misalnya saya, nomor anggota saya 007. Karena Riyadi juga banyak, saya dipanggilnya Riyadi 007, jadi yang lain misalnya Hariyanto 123 dan seterusnya," papar Sugeng Riyadi.

Karena itu, para Sugeng sudah bisa memastikan, jika ada yang memanggil mereka dengan nama belakang plus nomor anggota, pasti merupakan anggota PS.

Sebab, orang-orang di luas PS pasti menyapa dengan nama Sugeng. Selain panggilan yang unik, beberapa dari para Sugeng ini juga memiliki sejumlah kisah lucu.

Seperti yang dialami Sugeng Daryono alias Mbah Dar.

Kala itu, Mbah Dar berniat ke Kediri dan Surabaya melalui jalan darat. Rencana perjalanan tersebut dia posting di Facebook. Dari sekian banyak Sugeng, ada salah seorang yang menanggapi dengan intensif.

Mbah Dar dan Sugeng lainnya tersebut saling berbincang lewat Facebook. Pria asli Jogyakarta itu menjelaskan dirinya akan mengendarai mobil Suzuki APV warna merah lengkap dengan plat nomornya dan tanggal keberangkatannya.

Akhirnya Mbah Dar pun melakukan perjalanan. Dari Kediri menuju Surabaya, dia melewati Jombang. Tiba-tiba rombongan Mbah Dar dihentikan seorang polisi. Dia memberi hormat dan menanyakan apakah Mbah Dar akan ke Surabaya.

Setelah dia mengiyakan, polisi tersebut menunjukkan jalan alternatif kepada Mbah Dar.

"Jadi kalau biasanya mau ke Surabaya itu lurus, itu saya disuruh belok katanya jalannya lebih enak dan nggak macet," jelasnya.

Tiba di Surabaya, rombongan pria berusia 60 tahun itu kembali dihentikan seorang polisi. Lagi-lagi polisi tersebut menanyai tujuan Mbah Dar.

"Saya bilang saya mau ke Juanda dan langsung diarahkan ke jalan yang nggak macet. Setelah saya pulang dari rumah ponakan saya, saya dicegat lagi. Dan lagi-lagi mereka sudah tahu tujuan saya berikutnya, saya mau ke Suramadu. Dan itu diarahkan lagi," paparnya.

Belum cukup, ketika sampai di perlintasan lampu merah Sidoarjo, Mbah Dar sekali lagi dihentikan seorang polisi. Karena penasaran, Mbah Dar pun memberanikan diri bertanya.

"Saya tanya, kenapa, ya, dari tadi saya terus dihentikan polisi dan diarah-arahkan. Polisi tersebut menjawab, itu perintah dari komandannya. Saya baru ngeh, ternyata Sugeng yang selama ini saya ajak chatting itu adalah Kasat Lantas Jatim. Sampai sekarang saya nggak tahu orangnya seperti apa, tapi saya berterima kasih sekali sama beliau," papar Mbah Dar.

Berbeda dengan Sugeng Budiono. Dia menuturkan, pernah suatu kali PS menggelar pertemuan di suatu gedung perkantoran di Jakarta.

Seperti gedung perkantoran pada umumnya, siapapun yang masuk harus menitipkan KTP atau kartu identitas diri.

Kebetulan, Sugeng Budiono harus pulang lebih dulu. Ketika sampai di bagian pengambilan kartu identitas, pihak security menanyai siapa namanya.

“Saya jawab nama saya Sugeng, dia langsung kasih saja KTP. Karena saya nggak lihat, saya langsung pergi aja. Ternyata pas saya mau naik kendaraan umum, saya baru sadar itu bukan KTP saya. Saya langsung balik dan minta KTP saya. Satpamnya bingung karena ternyata banyak KTP yang namanya Sugeng. Saya bilang ada pertemuan para Sugeng, dia makin bingung," ujarnya lantas terbahak.

Saat ini, Sugeng Riyadi memaparkan, PS menargetkan bisa merangkul sebanyak mungkin para Sugeng.

Karena itu, dia kerap mengimbau para anggota untuk mengajak serta para Sugeng yang belum bergabung dalam PS.

"Jadi kalau saya dengar ada temannya siapa namanya Sugeng, saya langsung minta kontaknya. Nanti saya hubungi untuk diajak gabung," papar Riyadi 007.

Riyadi memaparkan, menjadi anggota PS memiliki sejumlah keuntungan. Saat ini dia tengah mengupayakan seluruh anggota PS bisa mendapat diskon 50 persen di klinik Prodia di seluruh Indonesia.

Tidak hanya itu, PS juga berencana menjadikan kartu anggota tidak sekedar kartu biasa.

"Jadi kartu membership-nya bisa berguna. Misalnya juga bisa digunakan untuk mengurus asuransi. Kita sekarang sedang jajaki itu," imbuh Sugeng Riyad
 
>>KaltimPost/Sekaring RA












Lyra Virna Gugat Cerai Suaminya

Lyra Virna Gugat Cerai Suaminya


    Lyra Virna akhirnya mengajukan gugatan perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Pusat tanggal 14 Nopember 2012 lalu. Hal ini pun diungkapkan Yusran, Humas Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
 "Benar, ada gugatan atas nama Lyra Virna, masuk pada tanggal 14 Nopember," terang Yusran, Selasa (4/12).
Sebelumnya, pernikahan Lyra dengan Eric memang sempat tak mendapatkan restu dari ibunda Lyra, Maria Annawati. Namun, kehadiran anak pertamanya, Qouizal Mirosavir Ali Bachmid membuat hubungan ibu dan anak itu semakin membaik.

 Rumah tangga pasangan ini  sudah cukup lama dikabarkan bermasalah. Lyra menikah dengan Eric Scada pada 1 Nopember 2005, di Pekanbaru. Lyra sempat disebut-sebut mempunyai affair dengan presenter Muhammad Fadlan

>>TribunNews

Tyson Pernah Pergoki Istri Bercinta Dengan Brad Pitt

Mantan juara dunia tinju Mike Tyson membeberkan kisah masa lalu. 
 
                             Mike Tyson &Robin Givens

    Mantan jagoan petinju Mike Tyson blak-blakan membuka soal kehidupan masa lalunya. Pria yang dinyatakan bangkrut sejak 2003 lalu ini mengaku hidupnya terpuruk karena wanita dan narkoba. Ia pun menceritakan soal perselingkuhan mantan istrinya, Robin Givens dengan Brad Pitt.
Mantan Juara Dunia ini menyatakan, dirinya pernah memergoki istrinya sedang berada di tempat tidur dengan Pitt. Ia menyatakan memang sudah mengakhiri rumah tangganya dengan Givens. Namun, ia masih mendatangi rumah Givens dan masih berhubungan dengan aktris itu. Skandal antara Givens dan Pitt  itu terjadi di tahun 1980-an.

"Hari ini, seseorang telah mengalahkan saya dengan pukulan. Saya rasa Pitt datang lebih dulu dari saya," kata Tyson dalam sebuah siaran radio seperti dikutip dari The Sun.
Ia tak bisa menerima kenyataan tersebut. Dirinya marah dengan pemandangan yang dilihatnya tersebut. Ia kesal pada Pitt dan kecewa dengan Givens. "Anda seharusnya melihat wajahnya (Pitt) ketika ia melihat saya. Ia lolos tanpa cedera," ujarnya.

    Usia pernikahan Tyson dengan Givens hanya seumur jagung. padahal, biaya pernikahan mereka kala itu sangat heboh dan menghabiskan dana hingga US$50 juta. Saat bercerai dengan Tyson, Givens juga mendapatkan uang kompensasi sebesar US$10 juta.

Bupati Garut Didesak Mundur, Ini Prosedurnya

Kepala daerah yang akan dilengserkan harus lewat mekanisme sidang DPRD

 Bupati Garut Aceng Fikri 

  Kasus nikah kilat Bupati Garut Aceng Fikri dengan perempuan muda, Fani Oktora berbuntut panjang. Bahkan desakan dari masyarakat Garut agar sang bupati dicopot dari jabatannya makin gencar.

Menanggapi itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menjelaskan mekanismenya. Berdasarkan prosedur, kepala daerah yang akan dilengserkan harus melalui mekanisme sidang DPRD dan harus dihadiri oleh 3/4 anggota dewan dan 2/3 anggota dewan di antaranya harus menjelaskan apa yang disangkakan kepada bupati tersebut.

"Kami siap menerima. Tadi kan sudah ada sidang DPRD Garut, ya saya tunggu saja," kata Gamawan di Gedung DPR, Selasa 4 Desember 2012.

Bila sudah memenuhi persyaratan itu, maka keputusan pemberhentian atas sidang DPRD tersebut harus disampaikan kepada Mahkamah Agung (MA). Peraturan itu terdapat di PP Nomor 6 tahun 2005 dan UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pasal 27 dan pasal 29.

Jika MA menyetujui pemberhentian tersebut, maka MA akan mengembalikan lagi keputusan tersebut kepada DPRD setempat dan mengusulkan kepada presiden.

"Itu 30 hari MA berproses dan harus sudah diputuskan. Dan presiden itu juga 30 hari harus memutuskan itu (surat pemberhentian kepala daerah)," kata dia.

Selain itu, Gamawan juga menjelaskan bahwa pemberhentian dan pencopotan jabatan Bupati Garut Aceng Fikri juga bisa dilihat dari sisi etika. Hal itu telah diatur dalam UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah khususnya pasal 27f dan 29b.

"Karena pasal 27f kewajiban kepala daerah harus menjaga etik dan di 29b seseorang kepala daerah bisa dihentikan kalau tidak menjalankan kewajibanya ya salah satunya adalah etik. Tapi harus dibuktikan juga di DPRD yang menyidangkan itu," kata dia.

"Tapi ada juga rujukan UU Nomor 174 tentang Perkawinan, karena setiap perkawinan harus dicatatkan kepada pemerintah. Karena itu diatur dalam pasal 2 ayat 2 UU tentang Perkawinan," lanjutnya.

Rapat tertutup DPRD Garut membahas persoalan Aceng Fikri yang digelar siang tadi sudah berakhir malam ini. Pertemuan itu memutuskan, DPRD menerima aspirasi masyarakat. Nantinya, akan digelar Sidang Paripurna untuk memutuskan nasib sang bupati. Namun kapan Sidang Paripurna itu digelar, belum diketahui.  

 

>>VivaNews

SLANK Buat Video Ulang Tahun Di Jambi


Slank Buat Video Ulang Tahun di Jambi



Kota Jambi bakal menjadi bagian dari perjalanan karier Slank, di usianya yang ke-29. Kenapa begitu? Karena, Kota Jambi dipilih Kaka cs untuk mengabadikan momen, yang disiapkan untuk pesta ulang tahun Slank pada 26 Desember mendatang.

Di sela aktivitas tur musik religi sesi Sumatera, rombongan menyempatkan diri melakukan pembuatan video dokumenter spesial perayaan ulang tahun Slank.

"Acara ultah rencananya memang di Jogja, tapi tadi take videonya di Jambi," kata Zastrow, koordinator acara, ketika dikonfirmasi Tribun, Selasa (4/12/2012) sore.
Ditanya kenapa pilih Jambi, ia mengaku tidak tahu pasti. Namun, dari 36 kota yang dikunjungi, di Jambi inilah pilihan pengambilan video dilakukan, salah satunya di Museum

>>TribunNews

Dubes Zimbabwe Puji Jokowi

                                                 
                                                                          Alice Mageza

Perwakilan Duta Besar dari Zimbabwe, Alice Mageza, memuji sosok Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta.

Saat ditemui dalam acara Gathering Corps Diplomatik Para Duta Besar di hotel Borobudur, Alice menuturkan pihaknya akan mendukung penuh program-program Pemprov DKI dalam membangun Jakarta.
Menurutnya dukungan itu dilakukan karena mereka menyambut baik tali silahturahmi yang dilakukan Jokowi kepada para Dubes.

"Kami akan dukung dan memberikan masukan bagi program kerja beliau. Pak Jokowi mau membuka ruang dan berkomunikasi dengan kami, walaupun kami tahu dia sangat sibuk," ujar Alice, Selasa (4/12/2012).

Sebelumnya, Jokowi menuturkan pertemuan dalam acara tersebut hanya silaturahmi biasa yang rutin diadakan setiap dua tiga tahun sekali. Menurutnya ia sudah menanyakan apakah para dubes ada masalah selama di Jakarta.

"Ya mereka bilang tadi masalah parkir. Katanya kalau parkir ke sebuah tempat sulit. Kemudian masalah tanda lalu-lintas yang belum komplet, mbok dikompleten," ujar Jokowi.

Mantan walikota Solo ini menambahkan, para dubes tersebut juga mengeluhkan mengenai masalah yang terkait dengan perizinan dan bangunan.
"Mereka menyampaikan beberapa keluhan dan ini harus ditanggapi untuk memperbaiki persepsi dubes terhadap Jakarta. Ya hanya itu yang tadi disampaikan," tukasnya.

>>TribunNews

Selamat Tinggal Safee Sali

                                          


     Manajemen Arema LSI memutuskan untuk meminjamkan striker Timnas Malaysia, Safee Sali, ke klub Malaysia Johor FC Darul Takjim. Keputusan ini diambil manajemen Singo Edan untuk mengangkat pemain-pemain asli Arema seperti Sunarto, Dendi Santoso, dan juga Qischil Gandrum.
Melalui CEO Arema, Iwan Budianto, mengatakan  keputusan meminjamkan pemain yang mencetak 20 gol untuk Pelita Jaya dan berada di daftar kedua pencetak gol terbanyak musim lalu ini setelah melalui beberapa pertimbangan. Salah satunya adalah masukan dari Aremania pasca Singo Edan tampil buruk di turnamen Trofeo Persija Jakarta beberapa waktu lalu.

    Iwan membeberkan saat di Trofeo manajemen dan tim kepelatihan berdiskusi untuk menentukan pemain utama. Karena Arema baru kedatangan dua pemain baru (Victor Igbonefo dan Greg Nwokolo) dan pemain seleksi (Naseer al Sebai dan Kwon Jun), maka diputuskan untuk memakai keempat pemain itu. hasilnya, Arema tampil buruk karena memang belum adanya adaptasi dari keempat pemain itu kepada pemain-pemain lain yang sudah kompak.

“Aremania langsung mengatakan jika Arema tidak lagi memiliki jiwa singa. Kami memiliki alasan teknis tampil dengan skuad itu di Trofeo, dan kami memohon Aremania jangan langsung menghakimi dulu, karena target kami jelas, yaitu di liga. Tapi setelah kami pertimbangkan masak-masak masukan dari Aremania dan tim kepelatihan, akhirnya kami putuskan meminjamkan Safee agar pemain-pemain Arema asli bisa mendapatkankesempatan lebih tinggi,” kata Iwan saat ditemui di kantor Arema, Selasa (4/12/2012).
Iwan mengatakan Safee tidak dijual, tetap milik Arema. Meski tidak menjelaskan berapa lama Safee dipinjamkan, Iwan menjelaskan jika Safee tetap di Kanjuruhan, kemungkinan pelatih Arema, Rahmad Darmawan (RD), akan menduetkan Beto (Goncalves) dengan Safee atau Greg. Sementara Sunarto dan Qischil tidak akan banyak kesempatan.

“Seperti yang RD bilang, tim ini terbentuk dari dua karakter tim yang berbeda, Pelita Jaya dan Arema. Tapi kami terpanggil untuk tetap menjaga jiwa singa ada di tubuh tim ini. Jika caranya dengan meminjamkan satu pemain bintang kami, saya pribadi mengatakanvhal itu layak untuk dilakukan karena simbol Arema adalah singa,” ujar Iwan.
Meski tanpa Safee di lini depan, Iwan mengaku daya gedor Arema tetap akan bertaring. Hal itu dibuktikan Singo Edan ketika RD menduetkan Beto dengan Sunarto ketika melawan Persikubar Kutai Barat. Meski diakui Persikuba merupakan lawan yang levelnya di bawah Arema, Iwan mengatakan cara bermain Beto dan Sunarto sangat pas untuk mengembalikan jiwa singa Arema yang redup oleh banyaknya pemain bintang.

“Bahkan RD sendiri sudah punya rencana khusus untuk Sunarto. Motivasi, semangat, dan kengeyelan pemain-pemain Arema untuk terlihat di mata RD saya acungi jempol. Kami butuh dan merasa terpanggil untuk semakin menggali arti jiwa singa. Dalam hal ini, kami berterimakasih atas kritikan dan masukan Aremania,” tukas Iwan.

>>TribunNews