Selasa, 14 Januari 2014

CR7 Raih Ballon d'Or, Real Madrid: Keadilan Telah Ditegakkan

"Ini adalah penghargaan atas segala usahanya."
 
 
 
 
    Setelah empat tahun selalu dikalahkan Lionel Messi, winger Real Madrid Cristiano akhirnya meraih trofi Ballon d'Or, untuk edisi 2013. Pihak "Los Merengues" yang diwakili sang presiden, Florentino Perez mengatakan bahwa keadilan sudah ditegakkan.

Bersaing dengan Messi dan Franck Ribery, Ronaldo akhirnya menyabet Ballon d'Or setelah meraih 1.365 poin. Messi gagal meraih trofi kelimanya secara beruntun, karena hanya mengumpulkan 1.205 poin, sedangkan Ribery di tempat ketiga dengan 1,127 poin.

Meskipun gagal membawa Madrid juara pada musim 2012/13 lalu, dan jumlah golnya kalah dibanding Messi, Ronaldo menggila pada 2013/14. Hingga pekan ke-19 La Liga musim ini, mantan pemain Manchester United itu telah mencetak 29 gol bagi "Los Blancos" di seluruh kompetisi.

"Keadilan telah ditegakkan karena dia merupakan pemain terbaik di dunia. Ini adalah penghargaan bagi seorang pemimpin di sepakbola yang selalu ingin meraih pencapaian lebih. Selain itu, hal tersebut juga mewakili nilai bahwa fans Real Madrid selalu ada di belakangnya," kata Perez, sebagaimana dilansir situs resmi klub.

"(Penghargaan ini) penting baginya, tapi bukan semata-semata karena trofinya, tapi penghargaan atas segala usahanya. Lebih jauh, (Ballon d'Or) lebih berarti baginya karena para rival sangatlah bagus," kata pria berusia 66 tahun tersebut.

Trofi Ballon d'Or tersebut merupakan yang kedua bagi Ronaldo. Pada 2008, usai meraih sejumlah pencapaian gemilang bersama MU, pemain berusia 28 tahun tersebut juga mendapatkannya. Saat itu, Ronaldo mengalahkan Messi dan Fernando Torres.

>>Vivanews

Pelatih Dunia Ternyata Banyak Mendukung CR7 Raih Ballon d'Or

Siapa saja pemain-pemain yang diberikan dukungan oleh pelatih timnas?

 


    Cristiano Ronaldo berhasil merebut gelar pemain terbaik dunia 2013. Kapten Timnas Portugal itu mendapatkan dukungan penuh dari pelatih-pelatih top dunia.

Keputusan FIFA untuk memperpanjang tenggat waktu jajak pendapat pada November lalu menuai pertanyaan. Tambahan waktu itu membuat laga playoff Piala Dunia 2014 antara Portugal dan Swedia bisa masuk dalam hitungan.

Dari 172 pelatih, yang mendapatkan suara voting Ballon d'Or bersama kapten Timnas dan jurnalis terpilih, tentu sepakbola level timnas sangat penting. Apalagi, dalam dua leg, CR7 menunjukkan kelasnya dengan membukukan empat gol.

Akhirnya, banyak pelatih yang memberikan suaranya untuk penyerang Real Madrid itu sebagai pilihan pertama dibanding dua rivalnya, Lionel Messi dan Franck Ribery. Total, 53 suara mendukung Ronaldo, berbanding 39 milik Messi dan Ribery.

Pelatih Brasil, Luis Felipe Scolari, memberikan suaranya untuk Ronaldo, Messi, dan Zlatan Ibrahimovich. Sementara itu, pelatih Inggris, Roy Hodgson, memilih Ronaldo di posisi pertama, lalu Ibrahimovic dan Robin van Persie di posisi dua serta tiga.

Negara-negara tradisional lain lebih banyak mendukung wakilnya sendiri. Didier Deschamps mendukung Ribery yang notabene anak asuhnya di Timnas Prancis. Selanjutnya, Alejandro Sabella memberikan suaranya pada Messi dan Paulo Bento diketahui berada di belakang CR7.

Hal yang memperlihatkan jiwa patriotik ditunjukkan pelatih Wales, Chris Coleman, dengan mendukung Gareth Bale. Pelatih Polandia, Adam Nawalka, memberikan suara pada Robert Lewandowski, lalu Cesare Prandelli yang menjagokan Andrea Pirlo.

Yang agak unik adalah pilihan pelatih Belgia, Marc Wilmots, yang tidak memilih salah satu pun nama dari Ronaldo, Messi, atau Ribery, dengan memberikan suaranya untuk Ibrahimovic, Lewandowski, dan Eden Hazard.



>>Vivanews
 
 

Alasan Gerindra Belum Deklarasikan Prabowo Sebagai Capres

"Deklarasi sebenarnya hal yang mudah," kata Fadli Zon.

 

Bakal capres Gerindra Prabowo Subianto 

 

 

    Sampai saat ini, Partai Gerindra belum juga mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Padahal, sebagian kalangan sudah mengenal Prabowo sebagai capres dari Gerindra.

Sebenarnya, kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, kongres luar biasa partai sudah menetapkan Prabowo sebagai bakal capres Gerindra. Tapi deklarasinya belum. "Deklarasi sebenarnya hal yang mudah, kami akan lihat pada waktu yang tepat," kata Fadli Zon di Hotel Morrissay, Jakarta, Selasa 14 Januari 2014.

Saat ini, kata Fadli, partainya masih berkonsentrasi untuk pemilihan legislatif yang digelar 9 April mendatang. "Tapi kalau penetapannya dari partai Gerindra sudah," ujar dia.

Untuk itu, kata dia, partainya pada saatnya nanti akan mencari waktu yang tepat untuk mendeklarasikan Prabowo. "Kami memang melihat itu nanti kita akan cari waktu yang tepat. Sebelum pemilu legislatif atau setelah," kata dia.

 

>>Vivanews

Akil Mochtar Sembunyikan Uang di Balik Tembok Ruang Karaoke

Mahfud MD meyakini Akil "bermain" sendiri.

 

 Pria mengenakan kostum dan topeng Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar melakukan aksi teatrikal di Sriwedari, Solo, Jateng, tahun lalu. 

 

 

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengaku diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dimintai keterangan akhir terkait Akil Mochtar.

"Jadi saya dimintai keterangan akhir karena kasus Akil ini harus segera dilimpahkan pengadilan. Kalau awal Februari tidak dilimpahkan, berarti dia harus dilepaskan (dari penahanan). Mungkin tanggal 20 Januari 2014 bisa dilimpahkan," ujar Mahfud di Gedung KPK, Senin 13 Januari 2014.

Menurutnya, penyidik mengajukan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan Akil, seperti seputar perkenalannya dengan Akil. Namun, pertanyaan yang substansif adalah mengenai ruang penyimpanan uang Akil yang berada di rumah dinas Ketua MK di Widya Chandra.

Mahfud menuturkan sempat membuat ruang karaoke di rumah tersebut. "Yang mengagetkan bagi saya, justru ternyata uang-uang akil disimpan di tembok-tembok ruang karaoke saya dulu," ujarnya.

Dia mengatakan tidak mengetahui pasti berapa jumlah uang Akil yang disimpan di sana yang akhirnya disita oleh penyidik itu. "Tidak tahu, saya tidak tanya dan tidak ingin tahu juga. Udah tahu uangnya lebih dari 100 miliar udah cukup bukti," sambungnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya keterlibatan hakim konstitusi lain dalam kasus Akil, Mahfud menyangkalnya. "Oh tidak ada. Bersih semuanya bersih. Nanti lihat aja itu di dakwaan semuanya ada," sambungnya.

Dia mengungkapkan dalam kasus Akil, 'permainan' bisa dilakukan sendiri tanpa harus melibatkan pihak lain. Baik itu gugatan yang ditolak maupun yang dikabulkan.

Mahfud menjelaskan ketika satu perkara gugatan permohonan dikabulkan atau ditolak, maka keputusannya tidak langsung diumumkan. Jeda waktu itulah yang bisa dimanfaatkan seorang hakim untuk 'bermain'.

"Sekarang diputuskan perkara dikabulkan, tok! Diucapkan minggu depan akan diumumkan tanggal sekian, baru di situ orang bisa main sendiri. Jadi Anda lihat saja nanti gak ada hakim lain terlibat," ujarnya. 

 

>>Vivanews

Wacana Pencapresan Jokowi Selamatkan Citra PDI-P

"Mampu mengimbangi pemberitaan negatif soal kasus korupsi."

 

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. 

 

 

    Pol-Tracking Institute merilis hasil survei terbaru hari ini, Selasa 14 Januari 2014. Hasil survei menunjukkan bahwa publik masih menjadikan media massa sebagai akses informasi terhadap partai politik.

Sebanyak 46,96 persen publik mengetahui informasi mengenai partai politik dari pemberitaan di media massa. Hal ini berdasarkan hasil survei Pol-tracking, yang dilakukan pada 13 September-11 Oktober 2013 dengan jumlah responden 2.010 dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Kemudian pada 16-23 Desember 2013, dengan responden 1.200 dan margin error 5 persen. Survei dilakukan di 33 provinsi secara serentak. Berdasarkan riset media monitoring, berita-berita media yang dijadikan acuan publik meliputi kebijakan politik, kasus hukum, kegiatan partai, dan pencapresan.

Hasil survei juga menyebutkan, publik lebih banyak mengakses televisi untuk mengetahui berbagai informasi mengenai partai politik. Padahal, media televisi lebih banyak menyoroti kasus hukum, yaitu sebanyak 43 persen. Sementara kebijakan publik 12,7 persen, pilkada 5,5 persen, pencapresan 2,8 persen.

Khusus untuk kasus hukum, partai yang paling banyak disorot media sepanjang 2013 adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 46,7 persen, Partai Demokrat 20,5 persen, Partai Golkar 31,9 persen, dan PDI-P 7,3 persen.

"Kondisi tersebut sangat beralasan karena kasus korupsi yang melibatkan sejumlah tokoh dan petinggi dari parpol tersebut," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda AR dalam acara rilis survei nasional Potret Geliat Pemberitaan Partai Politik Sepanjang 2013 - Menangkap Tren Tone Berita dan Elektabilitas di Hotel Morrissey, Jakarta.

Pun demikian, kasus-kasus korupsi menyebabkan PKS (23,87 persen), Demokrat (20,53 persen), dan Golkar (19,1 persen) memiliki tone pemberitaan negatif paling tinggi dari partai lain. Ketiganya juga memiliki pemberitaan tone negatif yang lebih dominan ketimbang berita tone positif.

Parpol dengan berita tone positif tertinggi ditempati Partai NasDem dengan persentase 34,54 persen. Disusul Hanura 31,9 persen, PDI-P 26,26 persen, dan Gerindra 26,19 persen. Sementara PKS hanya mendapat 17,01 persen, Demokrat 12,56 persen, dan Golkar 16,53 persen.

Untuk PDIP, meski ada kadernya yang menjadi kasus korupsi, namun wacana pencapresan Joko Widodo menyelamatkan PDI-P dari munculnya pemberitaan tone negatif dengan tema kasus hukum

"Wacana capres Jokowi mampu mengimbangi pemberitaan negatif soal kasus korupsi," kata Hanta.

Pemberitaan tentang pencapresan Jokowi menjadi paling banyak kedua dengan persentase 20,5 persen setelah berita tentang kebijakan politik PDI-P sepanjang 2013 sebesar 26,7 persen.
"Kedua tema itu paling melekat pada PDI-P sepanjang 2013," ujarnya.
Menurut Hanta, bulan September merupakan frekuensi tertinggi pemberitaan PDI-P di 2013 terkait pencapresan Jokowi dan kader PDI-P lainnya. Frekuensi pemberitaan tertinggi kedua dengan tema yang sama pada PDI-P juga terjadi di bulan Desember. (eh)

Dahlan Mundur dari Konvensi, Ini Kata Pesaing

Dahlan dilaporkan JAP ke polisi atas dugaan tindak pidana korupsi.

 

 Menteri BUMN Dahlan Iskan saat mengikuti sesi wawancara dengan Komite Konvensi Partai Demokrat di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta. 

 

 

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, minta dicoret dari konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat

Padahal, berdasarkan hasil beberapa lembaga survei, dari 11 peserta konvensi, Dahlan Iskan memiliki elektabilitas paling tinggi.

Menanggapi isu kemunduran Dahlan Iskan dari konvesi Demokrat itu, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, yang juga ikut menjadi peserta konvensi, mengaku belum mengetahui secara pasti rencana mundurnya Dahlan Iskan itu.

"Pak Dahlan mundur baru dengar saya," kata Hayono di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Januari 2013.

Isu mundurnya Dahlan Iskan disebut-sebut karena laporan Jaringan Advokat Publik (JAP). Lembaga swadaya masyarakat itu melaporkan Dahlan ke polisi atas dugaan penyalahgunaan penggunaan uang negara sebesar Rp37,6 triliun di PT PLN ketika dia menjabat sebagai Direktur Utama.

Menurut Hayono, apabila isu korupsi itu benar, memang yang terbaik adalah mundur. Namun, dia melanjutkan, isu itu harus dibuktikan dulu. Jangan langsung ditarik kesimpulan. Karena secara pribadi, Hayono mengenal Dahlan sebagai sosok yang tidak mungkin melakukan korupsi.

"Tapi ini masih isu yang belum tentu benar. Saya yakin, Dahlan bukan tipe orang yang mudah melakukan korupsi. Jadi saya kira tidak perlu mundur," katanya.

Tapi apabila Dahlan memang sudah memutuskan mundur dari konvensi, maka keputusan itu harus dihormati oleh Partai Demokrat. "Tapi itu kalau sudah jadi keputusan beliau, kita juga hormati," ujarnya. 

>>Vivanews



Dahlan Iskan Tak Mundur, Hanya Minta Dicoret dari Konvensi

Dahlan Iskan hadir di Temu Kader Partai Demokrat.

 

Menteri BUMN yang juga peserta Konvensi Capres Partai Demokrat, Dahlan Iskan 

 

 

     Beberapa waktu lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sempat meminta Panitia Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat mencoretnya sebagai peserta bakal calon presiden. Apakah Dahlan benar-benar berniat mundur dari Konvensi Demokrat?

"Itu kan hanya isu. Oleh karena itu, saya tak akan menanggapi isu," kata Dahlan saat ditemui dalam acara Temu Kader Partai Demokrat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa 14 Januari 2014.

Kabar tersebut muncul, karena adanya laporan kepolisian dari Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Advokat Publik atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi. Hal itu pun langsung membuat Dahlan membuat pernyataan tertulis yang dikirim langsung pada panitia konvensi.

"Saya menyatakan agar panitia tidak ragu-ragu dan langsung mencoret saya dari daftar peserta konvensi manakala panitia berkeyakinan bahwa pengaduan tersebut benar adanya," kata Dahlan kala itu.

Terkait adanya dugaan korupsi yang menyeret namanya dan mantan kader Demokrat, seperti Muhammad Nazaruddin dan Anas Urbaningrum, Dahlan mengakui bahwa partai yang memayunginya itu memang sedang mengalami penurunan.

"Meski sedang turun, nanti akan naik kembali. Maka dari itu, saya harus ikut bertanggung jawab dalam hal menaikkan citra Demokrat. Lagipula, Anas itu masa lalu Demokrat dan saya akan menjadi bagian masa kini Demokrat," ujar Dahlan dengan tegas.


>>Vivanews